Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/01/2021, 20:44 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Setelah Surat Keberatan yang dibuat merek outdoor Eiger terhadap review kreator konten Dian Widiyanarko viral di medsos, beberapa brand lain menyebarkan surat dengan nada yang berbeda.

Viralnya kasus Eiger itu menjadi "celah" bagi brand lain, dengan mengunggah surat terbuka yang isinya membebaskan semua orang untuk memberikan ulasan produk.

Situs jam online Machtwatch (Jamtangan.com), merek penyedia sepatu dan apparel Tracker ID, hingga merek outdoor ARei Indonesia, adalah segelintir brand yang "memanfaatkan" momen tersebut.

Baca juga: 4 Fakta Eiger yang Diserbu Warganet gara-gara Komplain Review Produk

Namun merek sneaker asal Bandung, NAH Project melangkah lebih maju dengan mengadakan kontes review yang ditujukan bagi para kreator konten.

Dalam suratnya, setiap kreator dapat mengulas produk buatan NAH Project sebebas mungkin untuk disebarkan di kanal YouTube mereka.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NAH Project (@nah.project)

"Kami akan mengadakan KONTES REVIEW bagi sobat NAH yang ingin melakukan pengulasan terhadap produk NAH Project," demikian isi surat tersebut.

Syarat dan ketentuan yang diberikan NAH Project mencakup empat poin, yaitu:

1. Bebas menggunakan media dan alat apa pun

2. Hasil review yang diberikan sejujur mungkin

3. Berkreasi dengan tema apa pun yang menarik dan kreatif

4. Wajib untuk tag ke media sosial NAH Project

Menurut surat itu, kontes dibuka dari tanggal 30 Januari hingga 6 Februari 2021. Pemenang kontes akan mendapatkan seluruh koleksi NAH Project selama tahun 2021.

"Kami tunggu hasil review kalian semua guna menjadikan NAH Project lebih baik lagi ke depannya. Tertanda cinta dan kasih, Tim NAH Project."

Sayangnya, hingga tulisan ini selesai dibuat, Kompas.com belum mendapat tanggapan dari NAH Project terkait Kontes Review ini.

Kembali ke kasus Eiger, pihak PT Eigerindo MPI sudah memberikan pernyataan tertulis yang isinya meminta maaf kepada Dian serta masyarakat Indonesia secara umum.

Dian juga sudah menerima permintaan maaf dari Eiger di Instagram. "Oke. Sama-sama. Semoga bisa jadi pembelajaran bersama," tulisnya.

"Banyak pelajaran berharga dari kasus ini. Soal PR, branding, handling crisis, dan sebagainya."

"Di era digital ini gak bisa pake cara-cara lama. Semua telah berubah, jauh berubah. Semoga jadi pelajaran berharga untuk lebih baik lagi ke depannya," jelas Dian.

Baca juga: Sindir Eiger, Beberapa Brand Beri Kebebasan Kreator Konten untuk Review

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.