Kompas.com - 03/02/2021, 16:32 WIB
Ilustrasi perceraian. ShutterstockIlustrasi perceraian.

KOMPAS.com - Banyak pasangan yang memutuskan untuk bercerai, meskipun tampaknya kehidupan rumah tangga mereka terlihat bahagia dan stabil dari luar.

Sering kali, masalah yang timbul merupakan akumulasi dari perselisihan di masa lampau yang kemungkinan belum terselesaikan dengan baik.

Baca juga: Perhatikan, 6 Langkah Sebelum Bilang Ingin Bercerai kepada Pasangan

Masalah-masalah tersebut juga biasanya sangat privasi dan tergantung bagaimana kedua belah pihak dapat menghadapinya.

Meski begitu, ada juga alasan umum yang menyebabkan pasangan suami istri memutuskan untuk menghakhiri kehidupan pernikahan mereka.

Baca juga: Curhatan Rachel Vennya soal Kabar Perceraian dan Perubahan Penampilannya

Seorang relationship coach sekaligus pendiri Smart Dating Academy, Bela Gandhi membagikan beberapa alasan utama perceraian yang kerap ditemui dari klien-kliennya, sebagai berikut ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Perselingkuhan

Perselingkungan biasanya menjadi salah satu pendorong utama perceraian. Bukan hanya perselingkuhan fisik saja yang terjadi, tetapi juga perselingkuhan emosional.

"Ada pula perselingkuhan yang tak terhitung jumlahnya, yang saya dengar terjadi karena media sosial," katanya.

Menurut seorang psikoterapis, Esther Perel, perselingkuhan adalah pengkhianatan terbesar yang dapat membuat sebuah pernikahan benar-benar berakhir.

Penghancuran kepercayaan dalam hubungan yang sudah lemah sering kali dapat menjadi simpul kematian bagi hubungan tersebut.

Baca juga: Alasan Wanita Selingkuh dari Suaminya

2. Masalah keuangan

Hidup dalam kemiskinan sangat menegangkan dan stres karena keuangan dapat menyebabkan sumber pertengkaran dan berujung pada perceraian.

Perbedaan dalam cara kita membelanjakan barang atau menghemat uang juga bisa menjadi hambatan yang sulit dalam hubungan.

Masalah lain yang berhubungan dengan uang adalah ketika wanita lebih sukses dan memiliki penghasilan yang lebih tinggi dari pasangannya. Bentuk-bentuk modernisasi seperti ini dapat menyebabkan hubungan untuk tergelincir.

Baca juga: Bagaimana Sebaiknya Menjelaskan Perceraian Pada Anak?

/IlustrasiShutterstock /Ilustrasi

3. Kecanduan

Kecanduan sering disebut-sebut sebagai alasan perceraian. Kecanduan berkisar dari alkohol, seks, hingga obat-obatan. Kecanduan membajak otak pasangan dan dapat menjadi prioritas utama seseorang.

Sehingga, kecanduan bisa mendatangkan malapetaka pada seluruh keluarga dengan cara yang benar-benar mengerikan.

Ketika pasangan yang menjadi korban mengatakan "cukup sudah" dan mengumpulkan keberanian untuk pergi, hubungan itu mungkin ditakdirkan untuk bercerai.

Baca juga: 5 Cara Mudah Buat Hubungan Pernikahan Jadi Lebih Baik

4.  Situasi luar biasa

Beberapa pernikahan harus kandas akibat adanya situasi yang luar biasa seperti pasangan yang diagnosis kanker atau karena kematian anak-anak.

Situasi ini membuat orang-orang merasa frustasi dan sangat menguji hubungan pernikahan.

Rasa sakit kehilangan atau penyakit menjadi terlalu besar untuk ditanggung, sehingga menyebabkan hubungan dapat menguap.

Kendati demikian, Perel mengungkapkan, bahwa pasangan yang sehat dapat menahan dan bahkan tumbuh dari trauma ini. Ketika mereka benar-benar dapat menghormati kebutuhan dan metode berduka pasangan mereka.

Baca juga: 10 Cara Membangun Hubungan yang Lebih Baik di Tahun Ini

5. Ketidakcocokan

Jika kita sudah tidak selaras pada hal-hal besar dalam kehidupan seperti agama, nilai-nilai inti, di mana kita ingin hidup, atau bagaimana kita ingin hidup, maka gesekan pasti akan terjadi.

Ketidakcocokan tidak mudah ditangani, terutama ada satu pasangan yang telah berubah secara signifikan selama beberapa waktu menjalani rumah tangga bersama.

Kita mungkin memerlukan bantuan untuk menavigasi diskusi ini dengan konselor atau terapis. Atau mintalah nasihat dari seorang teman yang pernah mengalami situasi yang sama.

Perel menekankan, kuncinya adalah mencoba memahami mengapa pasangan tiba-tiba merasa seperti ini dan mendiskusikan masalah dengan kebaikan, bukan kemarahan.

Baca juga: Sering Konflik dengan Pasangan Memicu Penyakit Fisik

6. Perbedaan yang tidak bisa didamaikan

Sederhananya, ada perbedaan yang sudah tidak bisa diselesaikan dan tidak ada harapan untuk melanjutkan pernikahan.

Perbedaan tersebut sudah membuat pernikahan rusak. Mungkin juga dipicu dengan perkelahian besar, permusuhan, dan kemarahan.

Apabila kita merasa seperti berada di ambang perceraian, tetapi masih berharap untuk tetap melanjutkan pernikahan, carilah konseling individu atau pasangan sesegera mungkin.

Melakukan konsultasi bisa menyelamatkan pernikahan dan bahkan mungkin membawanya ke tingkat yang lebih baik dari sebelumnya.

Baca juga: Pentingnya Saling Ungkap Rasa Sayang pada Pasangan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.