Kompas.com - 05/02/2021, 12:12 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19, uji vaksin Covid-19 pada varian virus corona Afrika Selatan. Novovax dan Johnson & Johnson ujikan vaksin virus corona pada varian baru virus corona Afrika Selatan, hasilnya efikasi vaksin kurang efektif. SHUTTERSTOCK/PalSandIlustrasi vaksin Covid-19, uji vaksin Covid-19 pada varian virus corona Afrika Selatan. Novovax dan Johnson & Johnson ujikan vaksin virus corona pada varian baru virus corona Afrika Selatan, hasilnya efikasi vaksin kurang efektif.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Nyaris satu tahun pandemi membuat banyak dari kita harus tinggal di rumah. Namun kini agaknya orang mulai bosan dan berniat untuk traveling atau liburan.

Studi terbaru mengungkap, hampir setengah dari populasi penduduk di AS bersedia disuntik vaksin Covid-19 karena mereka ingin berlibur.

Berdasarkan studi yang dirilis The Points Guy, terungkap sebanyak 49 persen orang Amerika mengaku bahwa keinginan untuk traveling membuat mereka bersedia menerima vaksin.

The Points Guy adalah situs yang berfokus memaksimalkan pengalaman perjalanan dan meminimalkan pengeluaran.

"Kehadiran vaksin Covid-19 yang menjanjikan benar-benar memicu optimisme di industri ini, dan para turis sudah melihat ke depan dan memesan tiket perjalanan di masa mendatang."

Demikian kata Melanie Lieberman, editor perjalanan senior di The Points Guy.

Dari 1.281 orang dewasa yang disurvei online pada 25-26 Januari lalu, 26 persen peserta mengatakan keinginan mereka bepergian memiliki dampak besar pada kecenderungan mereka untuk mau disuntik vaksin.

Sementara, 23 persen peserta menyebut traveling hanya berdampak kecil pada alasan mereka mau divaksin.

Hasil survei ini mewakili seluruh orang Amerika, menurut The Points Guy.

Baca juga: Sudah Divaksin Covid-19, Bisakah Tularkan Virus ke Orang Lain?

Mayoritas dari 26 persen peserta yang mengatakan bahwa traveling memiliki dampak besar terhadap keinginan untuk divaksin terdiri dari kaum milenial (usia 24-30 tahun).

Namun, hampir satu dari tiga responden survei mengatakan keinginan mereka untuk pergi berlibur tidak berdampak pada kesiapan mereka untuk menerima vaksin.

Temuan survei lainnya, 27 persen orang dewasa sudah bepergian setidaknya satu atau dua kali sejak pandemi Covid-19 dimulai.

Lalu, 33 persen peserta sudah merencanakan satu perjalanan liburan untuk tahun 2021.

Setelah disuntik vaksin, 35 persen peserta mengatakan mereka kemungkinan besar akan bepergian ke luar negara bagian, dan 32 persen lebih memilih traveling di negara bagian tempat mereka tinggal.

Baca juga: 5 Alasan Penting Tetap Memakai Masker Setelah Divaksin Covid-19



Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X