Kompas.com - 05/02/2021, 18:27 WIB
Ilustrasi wajah shutterstockIlustrasi wajah
Editor Wisnubrata

Menggunakan masker memang bisa membuat kulit berkeringat dan berminyak, yang kemudian bisa menjadi bruntusan, inflamasi, hingga menimbulkan jerawat.

Efek penggunaan masker ini membuat banyak brand menciptakan produk yang disebut maskne guna mengatasi jerawat yang muncul.

Anti bakteri

Pandemi juga menyebabkan orang lebih peduli pada kebersihan tubuhnya, sehingga mencari produk anti bakteri dan anti kuman. Yang termasuk produk ini antara lain sanitizer dan sabun.

Saat ini banyak sabun, body cream, dan hand cream bahkan dilabeli sebagai anti bakteri. Salah satu bahan yang dipakai adalah mugwort dengan khasiat anti bakteri, anti jamur, dan anti inflamasi.

Mugwort sudah digunakan secara tradisional dalam pengobatan Korea. Untuk perawatan kulit, bahan ini diyakini memiliki manfaat penyembuhan dan detoksifikasi sehingga banyak dipakai pada produk antijerawat atau kulit sensitif.

Non transfer

Karena pandemi memaksa orang mengenakan masker, maka banyak orang mencari produk makeup yang tidak menempel di masker. Produk-produk yang dimaksud bukan hanya cushion, namun juga lipstik dan produk untuk bibir lainnya.

"Cosmax sendiri memperkenalkan produk makeup non transfer yang dibuat dengan teknologi tinggi sehingga tidak menempel pada masker," ujar Na Sung Min, Strategic Marketing Leader PT Cosmax Indonesia.

Glow

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.