Kompas.com - 09/02/2021, 09:32 WIB

KOMPAS.com - Munculnya rasa kantuk di waktu yang tak terduga sangatlah mengganggu. Apalagi jika itu kita rasakan di tengah waktu bekerja atau ketika melakukan aktivitas lainnya.

Beberapa orang bahkan merasakan dirinya merasa ngantuk sepanjang hari. Apakah kamu juga mengalaminya?

Rasa kantuk berlebihan bisa saja merupakan tanda kamu mengalami gangguan tidur.

Sebelumnya, ketahui dulu beberapa tanda bahwa kamu terlalu mengantuk, beberapa contohnya adalah:

  • Merasa ngantuk berlebihan atau kantuk yang mengganggu fungsi.
  • Mudah tertidur dalam aktivitas yang tidak melibatkan banyak gerak, seperti membaca, menonton TV, atau duduk.
  • Tidur siang secara teratur dan jangka waktunya lama, tapi tetap tidak merasa segar.
  • Memiliki perhatian yang buruk, konsentrasi, atau masalah memori jangka pendek.

Beberapa gangguan tidur bisa membuat tidur di malam hari tidak nyenyak. Kondisi ini dapat menyebabkan insomnia atau mengakibatkan kualitas tidur yang buruk.

Jika ada gejala lain yang menyertai, lebih baik segera mengonsultasikannya kepada dokter terkait.

Baca juga: Tanda Kurang Tidur Selain Gampang Mengantuk

Adapun beberapa tanda bahaya dan gejala yang perlu diwaspadai, menurut Verywell Health, antara lain:

  • Butuh waktu lebih dari 20 hingga 30 menit untuk tertidur atau untuk kembali tidur setelah terbangun.
  • Tidur terfragmentasi ringan dengan sering terbangun yang membuat tubuh tidak terasa segar.
  • Gangguan pernapasan selama tidur, termasuk mendengkur, terengah-engah dan tersedak.
  • Gejala sleep apnea lainnya, seperti sering buang air kecil di malam hari (nokturia), gigi bergemeretak (bruxism), sakit kepala di pagi hari, jantung berdebar, hingga heartburn di malam hari.
  • Halusinasi yang jelas saat tertidur atau terbangun.
  • Mengalami episode kelumpuhan tidur (sleep paralysis) yang berulang, yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk bergerak saat bangun atau tertidur, sering kali disertai halusinasi.
  • Merasakan kelemahan otot sementara yang tiba-tiba sebagai respons terhadap emosi, seperti lutut mengencang ketika tertawa.
  • Perasaan tidak nyaman di kaki yang terjadi pada malam hari saat berbaring dan baru terasa melegakan jika digerakkan.
  • Perilaku yang berhubungan dengan tidur, seperti berjalan dalam tidur, berbicara saat tidur, atau bergerak ketika mimpi seperti memukul, menendang, atau menyentak.

Rasa kantuk berlebihan dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan.

Kondisi ini juga meningkatkan risiko tertidur saat mengemudi yang dapat membahayakan diri dan orang lain.

Kurang tidur berdampak buruk pada fisik, memengaruhi nyeri kronis, hormon dan dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Gangguan tidur seperti sleep apnea dapat meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan kematian mendadak, sementara insomnia bisa menyebabkan depresi dan kecemasan.

Pada akhirnya, kita memahami bahaa kualitas hidup kita sebetulnya sangat dipengaruhi oleh kualitas tidur.

Baca juga: Mengatasi Gangguan Tidur Akibat Kebagian Shift Kerja di Malam Hari

Berikut beberapa kemungkinan penyebab umum yang dapat menjelaskan rasa ngantuk sepanjang hari yang kamu rasakan:

1. Kebiasaan tidur yang buruk
Penyebab paling umum dari kondisi selalu mengantuk atau mengantuk di siang hari adaah tidak cukup tidur di malam hari.

Cobalah mengingat kembali apakah kamu punya kebiasaan tidur yang buruk.

Tinjau kembali beberapa faktor yang memengaruhi kualitas tidur, seperti durasi tidur yang cukup, lingkungan tidur yang mendukung, dan lainnya.

Baca juga: 10 Cara Cepat Tidur yang Sederhana dan Ampuh

2. Sleep apnea
Apnea tidur adalah kondisi di mana kita secara berulang kali, sebagian, atau seluruhnya berhenti bernapas ketika tidur.

Kondisi itu bisa terjadi puluhan kali dalam satu jam atau bahkan ratusan kali dalam semalam dan dapat mengakibatkan jeda yang diikuti dengan dengkuran keras dan bangun singkat ketika kita menghirup udara.

Setiap terbangun singkat, kita beralih ke tahap tidur yang lebih ringan.

Kita juga mungkin saja terbangun sepenuhnya dan kembali tidur tanpa ingat kejadian tersebut.

Namun, gangguan ini menyebabkan fragmentasi tidur dan kualitas tidur yang buruk, yang mengakibatkan kantuk berlebihan di siang hari.

Orang dengan sleep apnea parah juga berisiko tinggi tertidur saat mengemudi.

Sindrom resistensi saluran napas atas (UARS) adalah kondisi serupa di mana gangguan pernapasan sedikit lebih tidak terasa ketika tidur.

Sleep apnea bisa menyebabkan komplikasi serius, oleh karena itu jika kamu menyadarinya segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Olahraga Ringan Pun Bisa Kurangi Risiko Sleep Apnea, Benarkah?

3. Narkolepsi
Ada empat gejala utama narkolepsi, gejala yang paling tidak spesifik adalah rasa kantuk berlebihan.

Gangguan tidur ini terjadi ketika ada masalah dengan regulasi tidur dan bangun.

Oleh karena itu, karakteristik tidur bisa terjadi secara tiba-tiba ketika seseorang bangun, seperti kelumpuhan tidur, namun elemen ketika bangun bisa terjadi saat tidur dan membuat tidur terganggu.

Gejala narkolepsi yang paling khas adalah cataplexy, yaitu hilangnya kekencangan otot secara tiba-tiba dengan rangsangan emosional, seperti kejutan atau tawa.

Rasa kantuk yang terkait dengan narkolepsi mungkin memerlukan pengobatan dengan stimulan, seperti Ritalin, Provigil, dan Nuvigil.

Baca juga: Kenali, Penyebab Gangguan Tidur Selama Pandemi dan Cara Mengatasinya

4. Sindrom kelelahan kronis
Sindrom kelelahan kronis adalah suatu kondisi yang mungkin membuat kita merasa lelah atau mengantuk.

Ini ditandai dengan kelelahan yang memburuk setelah melakukan aktivitas.

Kondisi ini juga berkaitan dengan kualitas tidur yang tidak baik, sehingga tubuh terasa kurang segar dan sering mengalami nyeri sendi dan otot.

Meskipun penyebab sindrom kelelahan kronis tidak sepenuhnya diketahui, kondisi itu dapat menyebabkan gangguan signifikan pada kehidupan orang yang mengalaminya.

Baca juga: Jangan Sepelekan, Kelelahan Kronis Bisa Sebabkan Kematian

5. Gangguan ritme sirkadian
Gangguan ritme sirkadian dapat membuat kita merasa ngantuk berlebihan sepanjang hari.

Ritme sirkadian adalah jam alami tubuh yang membantu mengoordinasikan aktivitas kita dengan siang dan malam.

Jika waktu ini tidak selaras, kamu mungkin merasa mengantuk pada waktu yang tidak tepat.

Misalnya, jika memiliki sindrom fase tidur lanjut, kamu akan merasa mengantuk di malam hari, beberapa jam sebelum waktu tidur.

Sebaliknya, sindrom fase tidur tertunda akan membuatmu sulit tidur (atau insomnia) dan merasa mengantuk di pagi hari.

Orang dengan kondisi pertama disebut morning larks dan orang dengan kondisi kedua disebut night owl.

Namun, pada akhirnya, jika kamu merasa terganggu dengan gangguan tidur yang terjadi berulang dan terus-menerus, cobalah mencari bantuan medis untuk mencari tahu penyebabnya dan mendapatkan perawatan yang tepat, sehingga kamu bisa merasakan segar kembali saat beraktivitas.

Baca juga: Berapa Durasi Jam Tidur yang Baik Sesuai Kelompok Usia?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.