Kompas.com - 09/02/2021, 17:07 WIB
Ilustrasi anak bermain gawai. PEXELS/JESSICA LEWISIlustrasi anak bermain gawai.

KOMPAS.com - Kita mungkin sering melihat atau mendengar cerita orangtua memberi gawai pada anaknya yang masih kecil agar si anak tidak rewel dan mengganggu aktivitas orangtuanya.

Meski terdengar biasa, kebiasaan ini sebenarnya tidak dianjurkan dan bisa berbahaya bagi anak di masa mendatang.

Menurut Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ciput Eka Purwianti, anak sebaiknya tidak dibiarkan sendirian bereksplorasi dengan internet.

"Saya lihat, sangat miris, banyak orangtua yang supaya anaknya diam, tidak mengganggu aktivitas orangtua atau agar tidak rewel, tidak tantrum, segera memberikan gawai lalu diberikan tantangan entertainment yang membuat anak diam."

Demikian diungkapkan Ciput dalam peluncuran Program Keluarga Tangkas Berinternet oleh Google, Selasa (9/2/2021).

Baca juga: Kebanyakan Main Gawai Penyebab Rabun Jauh pada Anak?

Bahaya yang mengancam anak karena dibiarkan mengakses internet sendiri menurutnya tak hanya terbatas pada potensi kekerasan siber, tetapi juga bisa memengaruhi tumbuh kembangnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bisa jadi anak asosial karena terlalu asyik dengan dunianya sendiri," katanya.

Ciput menambahkan, orangtua punya peran penting dalam memastikan anak-anaknya yang masih kecil tetap terlindungi selama mengakses internet.

Termasuk ketika mereka perlu menggunakan internet untuk akses informasi dan edukasi.

Jadi, alih-alih memberikan gawai supaya anak berhenti rewel, orangtua sebaiknya selalu mendampingi anak ketika mengakses gawai.

Posisikan diri sebagai teman anak dan orangtua harus siap menjawab berbagai pertanyan yang mungkin muncul dari anak ketika mengakses internet.

Menurutnya, jadikan momen mendampingi anak sebagai kesempatan untuk belajar bersama.

"Jika tidak tahu jawabannya, bukan malah tidak menjawab atau tidak mengalihkan pada hal lain, tetapi cari bareng-bareng jawabannya," ungkap Ciput.

Baca juga: Awas, Cermati Risiko Memberi Gawai pada Anak



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X