Kompas.com - 11/02/2021, 08:17 WIB
Kue keranjang tiga tingkat siap kirim, Sawangan, Depok, Selasa (14/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianKue keranjang tiga tingkat siap kirim, Sawangan, Depok, Selasa (14/1/2020).

KOMPAS.com - Perayaan Imlek identik dengan kehadiran sejumlah hidangan khas yang menggugah selera.

Termasuk beberapa di antaranya adalah kudapan, seperti kue keranjang, lapis legit dan kue nastar.

Namun, ngemil kudapan favorit sambil bersantai bisa bikin kita lupa waktu dan pada akhirnya jadi makan berlebihan.

Jika kebiasaan ini terus berlanjut hingga setelah momen Imlek, kamu bisa mengalami kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko terkena sejumlah penyakit.

"Makanan manis sebenarnya memang berbahaya karena biasanya makan snack enggak cuma satu, jadi biasanya enggak sadar."

"Apalagi kalau makan sambil melakukan kegiatan lain, contohnya sambil nonton tv."

Hal itu diungkapkan oleh dr Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK kepada Kompas.com, Rabu (10/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 6 Makanan Khas Imlek dan Jumlah Kalorinya, Awas Bikin Gemuk

Jika kamu merupakan penyuka makanan manis dan khawatir bakal ngemil berlebihan saat Imlek, cobalah beberapa trik berikut:

1. Menghindari ngemil sambil berkegiatan
Makan camilan sambil melakukan aktivitas lain bisa membuat kita tidak sadar akan jumlah kalori yang diasup.

Padahal, meskipun kecil, beberapa jenis camilan punya kalori yang tinggi, lho.

Sepotong lapis legit, misalnya, bisa mengandung sekitar 511 kalori, dengan 41,39 gram lemak, 31,07 karbohidrat dan 6,28 gram protein.

Sementara satu buah kue nastar bisa mengandung sekitar 75 kalori.

Jadi, cobalah makan camilan hanya diwaktu konsumsi kudapan agar kita bisa secara sadar membatasi porsinya.

"Karena biasanya dari camilan porsinya bisa banyak banget, bisa melebihi makan utama," ungkap Raissa.

Baca juga: Hobi Ngemil Bisa Menurunkan Kekebalan Tubuh

2. Tidak membisakan diri makan makanan manis
Cara lainnya adalah dengan tidak mengikuti keinginan untuk ngemil makanan manis. Sebab, ketika kamu mungkin akan sulit berhenti jika sudah memulai.

Meski begitu, Imlek adalah momen penting yang dirayakan hanya satu tahun sekali. Jadi, sebebetulnya boleh-boleh saja untuk mengasup kue dalam jumlah sedikit.

"Jaga porsi dan jangan lupa setelah Imlek selesai kembali lagi ke pola makan sehat," kata dokter yang berprakrik di MMC Hospital dan RSPI Puri Indah itu.

Baca juga: Makanan Manis dan Dampaknya pada Kesehatan Jantung

3. Menyelingi dengan aktivitas olahraga
Olahraga bisa membantu membakar kalori di tubuh.

Namun, di momen kumpul keluarga seperti Imlek, mungkin sangat sulit meluangkan waktu untuk berolahraga.

Kamu bisa meluangkan sedikit waktu untuk olahraga ringan seperti jalan kaki atau membantu membereskan rumah sehingga asupan makan dapat diimbangi dengan aktivitas fisik.

Setelah Imlek usai, kamu bisa melanjutkannya dengan melakukan jenis olahraga lainnya.

"Kalau makannya sudah banyak, otomatis makanan tersebut harus kita keluarkan kalau tidak mau jadi gemuk badannya. Jadi olahraga mesti ditingkatkan," tuturnya.

Baca juga: Tak Perlu Berat, Lakukan Olahraga Ringan di Sela Aktivitas

4. Makan buah sebagai pengganti kue
Jika kamu kesulitan menahan keinginan ngemil makanan manis di momen Imlek, cobalah untuk menggantinya dengan buah.

Sediakan beberapa jenis buah di rumah dan konsumsi ketika kamu mulai merasakan keinginan ngemil makanan manis.

Buah-buahan lebih rendah kalori daripada kue dan punya kandungan gizi yang lebih baik pula.

Selain itu, buah tetap terasa manis karena mengandung gula alami.

"Gula alami dari buah-buahan lebih baik dibandingkan dengan gula yang sudah dicampur dengan tepung terigu, mentega, telur, seperti contohnya kue-kue manis tersebut," kata Raissa.

Baca juga: 10 Buah yang Lambangkan Keberuntungan Menurut Feng Shui



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X