Kompas.com - 11/02/2021, 16:37 WIB

Sejak saat itu, kasus tambahan infeksi SARS-CoV-2 pada hewan telah dilaporkan, tetapi jumlahnya masih saja sangat rendah.

Selanjutnya, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) pun melacak infeksi SARS-CoV-2 yang dikonfirmasi pada hewan.

Bagaimana tepatnya virus memengaruhi hewan masih menjadi bidang penelitian yang berkelanjutan.

Mungkinkah manusia tularkan Covid-19 pada hewan?

Jika kemungkinan penularan Covid-19 kepada manusia melalui hewan belum bisa dibuktikan secara ilmiah, bagaimana jika sebaliknya?

Adakah kemungkinan orang dapat menularkan Covid-19 ke hewan peliharaannya?

Faktanya, sebagian besar infeksi SARS-CoV-2 pada hewan terjadi ketika hewan peliharaan melakukan kontak dekat dengan seseorang yang mengidap Covid-19.

Ada sebuah laporan awal tentang virus pada hewan peliharaan yang diterbitkan pada Mei 2020.

Di sana disebutkan, 2:15 anjing yang tinggal di rumah dengan kasus terkonfirmasi Covid-19 telah dites positif terkena virus tersebut.

Namun, dari jumlah itu tidak ada anjing yang memiliki gejala Covid-19.

Kemudian ada laporan lanjutan yang menyebutkan seekor anjing yang melakukan kontak dekat dengan seseorang dengan Covid-19 dan tertular virus.

Baca juga: 5 Alasan Penting Tetap Memakai Masker Setelah Divaksin Covid-19

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.