Kompas.com - 16/02/2021, 20:45 WIB
Ilustrasi terbangun tengah malam. SHUTTERSTOCKIlustrasi terbangun tengah malam.

KOMPAS.com - Terbangun di tengah malam saat sedang tidur rasanya sangat tidak nyaman.

Sebab, sering kali kita kesulitan untuk kembali tidur setelahnya, padahal rutinitas pagi hari sudah menunggu.

Tapi, hal ini ternyata cukup umum terjadi.

Studi terhadap 8.937 orang yang dilakukan oleh Sleep Medicine mengestimasikan ada sekitar sepertiga orang dewasa di Amerika yang terbangun di malam hari, setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Selain itu, 40 persen di antaranya kesulitan untuk kembali tertidur.

Jika kamu juga kerap mengalaminya, salah satu dari enam penyebab berikut mungkin bisa menjawab permasalahanmu, seperti dilansir SELF:

1. Suasana kamar tidur tidak kondusif
Ketika kita tidur, tubuh melalui empat tahapan tidur dan rapid-eye movement (REM).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahap 1 adalah yang paling ringan.

Menurut dokter pengobatan tidur dari The Ohio State University Wexner Medical Center, Rita Aouad, MD, pada tahap itulah seseorang biasanya mudah terbangun akibat hal-hal seperti pintu yang ditutup, cahaya lampu mobil orang yang lewat dan tembus lewat jendela kamarmu, serta apapun yang sifatnya adalah faktor lingkungan, seperti kamar yang terlalu panas atau dingin.

Cobalah menciptakan lingkungan kamar tidur yang nyaman, dengan mematikan lampu, menjaga suhunya agar tetap sejuk dan pastikan tidak ada suara yang mengganggu.

Hal-hal ini memang di luar kontrolmu, tapi kamu bisa melakukan apa yang bisa kamu lakukan, seperti memasang kipas angin atau pendingin ruangan jika suhu terlalu panas.

Baca juga: 10 Cara Cepat Tidur yang Sederhana dan Ampuh

2. Kecemasan
Menurut Mayo Clinic, sulit tidur adalah salah satu gejala gangguan kecemasan yang paling umum terjadi.

Sebab, seseorang yang mengalami gangguan kecemasan bisa saja punya masalah yang terus mengganggu, bahkan ketika tidur. Seperti mengalami mimpi buruk atau denyut jantung yang kencang.

Selain itu, menurut dokter dari New York, Nesochi Okeke-Igbokwe, MD, beberapa orang juga mengalami serangan panik nokturnal.

Artinya, mereka mungkin mengalami episode kepanikan hebat sementara yang membuat mereka terbangun.

Jika masalahmu berkaitan dengan kecemasan, pastikan meminta bantuan profesional untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan saran perawatan yang tepat.

Baca juga: 5 Manfaat Minyak Esensial Lavender untuk Redakan Kecemasan

3. Ingin buang air kecil
Jika kamu sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, kamu mungkun mengalami nokturia.

Menurut Cleveland Clinic, penyebab nokturia termasuk minum terlalu banyak cairan sebelum tidur, infeksi saluran kemih, hingga kandung kemih yang terlalu aktif.

Diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang tidak terobati juga bisa menjadi faktor lainnya.

Membuat seseorang memiliki terlalu banyak gula dalam aliran darah, sehingga memaksa tubuh mengeluarkan cairan dari jaringan tubuh.

Jika mengurangi asupan cairan di malam hari tidak bisa mengatasi masalahmu, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: Sering Buang Air Kecil Tengah Malam? Waspadai Masalah Prostat

4. Minum alkohol
Alkohol bisa mengganggu tahap tidur kita melalui berbagai hal.

Misalnya, minum alkohol kerap dikaitkan dengan tidur tahap 1 yang lebih sering di paruh malam kedua.

Padahal, tidur tahap 1 adalah periode di mana kita akan lebih mudah bangun terhadap faktor lingkungan.

Setiap tubuh memang memetabolisme alkohol dengan cara yang berbeda-beda, tergantung faktor seperti genetik, pola makan dan bentuk tubuh.

Namun, internis tersertifikasi dari Stony Brook Medicine,Alexea Gaffney Adams, MD merekomendasikan untuk berhenti minum alkohol setidaknya tiga jam sebelum tidur.

Waktu itu dianggap cukup untuk tubuh memproses alkohol.

Jika memungkinkan, pangkas konsumsinya sama sekali.

Baca juga: Pahami, Risiko Minum Alkohol pada Usia Tertentu

5. Punya sleep apnea
Sleep apnea atau apnea tidur adalah kondisi di mana kita secara berulang kali, sebagian, atau seluruhnya berhenti bernapas ketika tidur.

Kondisi itu bisa terjadi puluhan kali dalam satu jam atau bahkan ratusan kali dalam semalam dan dapat mengakibatkan jeda yang diikuti dengan dengkuran keras dan bangun singkat ketika kita menghirup udara.

Pergilah ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Perawatan paling umum untuk apnea tidur adalah mesin tekanan saluran napas positif berkelanjutan (CPAP), yang pada dasarnya adalah masker yang dikenakan oleh pasien selama tidur untuk membantu menjaga saluran udara tetap terbuka.

Baca juga: Olahraga Ringan Pun Bisa Kurangi Risiko Sleep Apnea, Benarkah?

6. Makan mepet waktu tidur atau tidak makan cukup
Berbaring beberapa saat setelah makan bisa membuatmu sulit tidur.

Salah satu penyebabnya adalah refluks asam, di mana asam di dalam perut naik ke tenggorokan dan menumbulkan heartburn.

Makan makanan bergas juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut yang dapat mengganggu tidur.

Namun, tidak cukup makan juga bisa membuat kita terbangun di tengah malam karena kelaparan.

Rasa lapar juga bisa mengacaukan gula darah saat tidur, terutama jika kamu menderita diabetes.

Terlalu lama jeda antar waktu makan dapat memicu hipoglikemia, yaitu ketika gula darah turun terlalu rendah.

Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini dapat menyebabkan tidur gelisah serta beberapa kondisi lain, seperti gemetar dan pusing.

Halaman:


Sumber SELF
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.