Kompas.com - 17/02/2021, 10:11 WIB

KOMPAS.com - Dengan wajah semringah Radityo memamerkan tato baru di balik kemeja lengan panjang yang dipakainya hari itu.

Eksekutif muda di salah satu perusahaan besar di Jakarta tersebut baru menyelesaikan sebuah tato besar yang menutup sebagian besar permukaan tangan kanannya. 

Tato artistik di tubuh lelaki 45 tahun itu terlihat berkelas. Pulasan garis dan warna yang halus mampu membuat gambar seperti berada di permukaan kertas. Tentu, harganya tak murah.

Namun, di hari-hari selanjutnya, Radit menjadi lebih sering mengenakan baju lengan panjang, atau pun handslave untuk menutup rajahan di tubuhnya tersebut.

Baca juga: Intip Koleksi Tato Putri Sambung Kamala Harris, Ada Bikinan sendiri

Bukan karena sungkan, atau tak enak hati. "Sayang ah, nanti cepet kusam, warnanya ilang, kalo kebanyakan kena matahari," cetus dia singkat.

Ya, bagi para penikmatnya, mendapatkan tato baru bisa jadi merupakan sebuah kegembiraan tersendiri. Selanjutnya, menjaga hiasan di tubuh tetap "kinclong" menjadi tantangan tersendiri.

Menjaga warna tinta tetap segar dan enak dipandang mata, ternyata memerlukan perhatian dan perawatan khusus.

Ketika tato masih baru, kita harus  mulai mengikuti tindakan pencegahan tertentu untuk menjaganya tetap bersih, sehingga sembuh dengan benar.

Langkah tersebut antara lain, menghindari air sementara waktu, tidak berolahraga demi mengurangi munculnya keringat, dan juga menjauhi sinar matahari.

Baca juga: Dokter Kulit Jelaskan Beda Tato Alis dan Sulam Alis

Kemudian, ketika luka tato sudah sembuh sempurna, kita pun harus memulai sebuah kebiasaan baru yang ramah kulit, dengan rutinitas tertentu. 

Dalam sebuah artikel di laman Bustle, ahli kecantikan dan perawatan kulit Renée Rouleau -yang tidak asing dengan tato- mengungkap setidaknya tiga langkah yang harus dilakukan untuk memelihara tato.

Secara umum, semua langkah tersebut terkait perawatan kulit yang tepat, dan perlindungan terhadap sinar matahari.

Baca juga: Pamer Tato Naga, Pink Sampaikan Pesan Positif tentang Tubuhnya

Demi memperpanjang kecerahan tinta, dan memastikan tato awet terjaga hingga bertahun-tahun ke depan, berikut tiga tips yang bisa diperhatikan.

1. Pakai tabir surya

Salah satu bagian terpenting dari pencegahan agar tato tidak pudar adalah perlindungan dari sinar matahari.

"Sinar UV matahari dapat diserap oleh pigmen tato dan menyebabkan partikel pigmen rusak."

Begitu penjelasan Dr. Adarsh Vijay Mudgil, M.D.,  dokter kulit yang berbasis di New York City, New York, Amerika Serikat.

Sementara, Rouleau membandingkan pendekatan ini dengan pakaian.

"Coba perhatikan, saat kamu memiliki kaus yang ditinggalkan di bawah sinar matahari, maka warnanya akan belel kan? Hal yang sama terjadi pada warna tato yang ada di kulit," sebut dia,

Tentu saja, perlindungan ini membutuhkan tabir surya. Rouleau merekomendasikan penggunaan produk dengan SPF 30 untuk melindungi kulit dari sinar yang merusak.

Baca juga: Menebak Makna Tato 11 11 di Pergelangan Tangan Jennifer Aniston

Tetapi untuk lebih amannya, tutupi tato dari sinar matahari, dengan pakaian berwarna gelap atau berpelindung UVF. 

Tips lainnya, ya jangan sering berada di luar ruang dan berjemur di bawah sinar matahari.

2. Selalu Melembapkan

Kelembapan adalah komponen kunci lain dari perawatan tato.

Menurut Rouleau, kulit menjadi sedikit berkerak setelah bertinta, yang menyebabkan "kerusakan mikro" pada kulit.

"Pelembap membantu melindungi dan memperbaiki pelindung kulit yang rusak pada bagian di mana tato berada," kata Mudgil juga.

Rouleau merekomendasikan untuk menggunakan losion yang sangat lembut, sehingga dapat memperpanjang masa pakai tinta.

Hindari saja losion dengan wewangian, karena dapat menyebabkan iritasi bagi sebagian orang.

Mudgil bahkan dengan tegas memberikan rekomendasi untuk melembapkan kulit bertato setidaknya dua kali sehari. 

Baca juga: Arti Mendalam di Balik Tato Baru Irina Shayk

3. Eksfoliasi secara teratur

Eksfoliasi adalah salah satu cara untuk mengangkat sel-sel kulit mati, yang menjaga kulit tetap halus dan lembut.

Pengelupasan semacam ini adalah faktor penting lain untuk menjaga tato tetap cerah dan segar.

"Sel kulit mati berwarna buram, dan buram berarti tidak tembus pandang," kata Rouleau.

"Tumpukan sel kulit mati akan memberikan tampilan kusam pada tato, karena sel kulit mati agak menutupi rajahan di kulit," sambung dia. 

Baca juga: 6 Bulan Pascarehabilitasi, Demi Lovato Pamer Tato Unik

Demi mengatasi penumpukan itu, Rouleau menyarankan penggunaan exfoliant kimiawi - seperti campuran asam alfa-hidroksi - untuk mencegah kulit kusam.

Menurut Rouleau, pilihan exfoliant berbahan kimia daripada yang fisik, karena scrub biasa ternyata bisa lebih keras mengupas kulit dan mengganggu tato. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bustle
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.