Kompas.com - 18/02/2021, 17:21 WIB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tahun 2021 menandai peringatan 220 tahun hadirnya sistem penggerak jam tangan yang dianggap sebagai pencapaian tinggi sampai saat ini: Tourbillon.

Mekanisme ini pertama kali diciptakan oleh Abraham-Louis Breguet yang kemudian menggunakan namanya sebagai brand untuk jam tangan produksinya.

Meski begitu, sistem tourbillon dipakai juga oleh merek-merek, utamanya yang menonjolkan keindahan dan seni dalam arlojinya.

Abraham-Louis Breguet, lahir tahun 1747 di Neuchâtel di Swiss. Masa kecilnya diisi dengan magang pada pembuat jam setempat, dan pada usia 15 tahun dia pergi ke Prancis melanjutkan magang di Versailles dan Paris.

Di Paris, Breguet muda memperoleh pendidikan akademis di Mazarin College. Pendidikan ini memberikan dasar yang kuat dalam sains, khususnya matematika dan fisika, yang berperan menjadikan Breguet seorang insinyur sebelum waktunya.

Jam dengan mesin Tourbillon dari BreguetBreguet Jam dengan mesin Tourbillon dari Breguet
Usia pendidikan, Breguet membuka bisnis di Île de la Cité pada tahun 1775. Ia membuat jam otomatis (self winding) yang disebut Perpétuelle, yang ternyata disukai Raja Louis XVI dan Ratu Marie-Antoinette.

Sayang ketika namanya makin terkenal sebagai pembuat jam, Revolusi Prancis meletus sehingga Breguet harus kembali ke tanah kelahirannya pada tahun 1793.

Namun kepulangannya itu tidak sia-sia karena di Swiss ia banyak bekerja dan belajar dengan pembuat jam lain, yang kemudian memunculkan ide untuk membuat mesin Tourbillon sekembalinya ke Prancis tahun 1795.

Perlu diketahui, saat itu orang belum mengenal jam tangan. Adanya adalah jam saku atau pocket watch.

Jam ini umumnya dipakai atau disimpan dalam posisi menggantung di baju. Akibat cara penyimpanan tersebut, akurasi mesinnya sering terganggu karena pengaruh medan magnet atau gravitasi bumi.

Breguet sudah lama gusar dengan hal itu, sehingga ia mencoba mengatasi masaah ini dengan membuat mesin yang "melayang" dalam sebuah kerangka, untuk mengurangi pengaruh gravitasi.

Mesin ini bekerja dengan memutar balance wheel, balance spring, dan escapement hingga 180 derajat setiap satu menit.

Dengan demikian, daya tarik gravitasi akan menarik ketiga komponen tadi secara merata agar terus berputar. Walaupun jam saku diam pada posisi menggantung, akurasinya akan tetap terjaga berkat sistem tourbillon ini.

Jam dengan mesin Tourbillon dari BreguetBreguet Jam dengan mesin Tourbillon dari Breguet
Adapun kata Tourbillon sendiri sebenarnya sudah bergeser dari makan awalnya yang bersifat astronomi.

Menurut kamus utama abad ke-19, yakni Descartes dan Encyclopédie, kata tersebut sebenarnya merujuk pada sistem planet yang berotasi pada sumbu tunggal.

Namun kini banyak orang mengartikan tourbillon sebagai angin puyuh dan menjadi pengertian umum dalam bahasa Prancis, berdasarkan gerakan mesin yang berputar terus menerus.

Karena berhasil memecahkan masalah akurasi pada jam, sistem tourbillon ini terus dikembangkan dan ditiru pembuat jam lain. Breguet sendiri mematenkan penemuan Tourbillon pada tahun 1801.

Namun dari sisi produksi, pembuatan Tourbillon bisa dibilang sangat lambat. Pada 1802, setelah paten diperoleh, pengerjaan enam jam tangan Tourbillon dimulai, dan pembuatannya memakan waktu antara lima hingga sepuluh tahun.

Pada 1809, Breguet mulai mengerjakan produksi 15 Tourbillon baru, setengahnya selesai setelah 1814. Secara keseluruhan, antara tahun 1796 dan 1829 Breguet hanya menghasilkan 40 Tourbillons - ditambah sembilan karya lainnya yang tidak pernah selesai dan dianggap hilang.

Karya-karya itu antara lain dimiliki oleh para raja (George III dan George IV dari Inggris, Ferdinand VII dari Spanyol), bangsawan Rusia (Pangeran Yermoloff, Gagarin, Repnin, Demidoff, dan lainnya).

Ada juga yang dimiliki tokoh-tokoh Eropa terkemuka dari Polandia (Count Potocki), Prusia (Pangeran Hardenberg), Italia (Count d'Archinto, GB de Sommariva), Hongaria (Baron Podmaniczky) dan Portugal (Chevalier de Brito).

Kini Tourbillon yang dibuat Breguet sudah berpindah tangan. Dua belas buah disimpan di museum: tiga milik koleksi Museum Breguet, lima disimpan di British Museum dan museum lain di Inggris, dan masing-masing satu dapat ditemukan di Italia, Yerusalem, dan New York.

Lima belas lainnya berada di tangan kolektor pribadi, dan dalam beberapa tahun terakhir, dua buah dibeli di pelelangan. Secara total, hampir 30 dari 40 karya asli Breguet selamat.

Jam dengan mesin Tourbillon dari BreguetBreguet Jam dengan mesin Tourbillon dari Breguet
Namun untunglah sepeninggalan Abraham-Louis Breguet, brand tersebut tetap meneruskan pembuatan Tourbillon.

Sampai saat ini, selain Breguet, ada banyak brand jam tangan mewah menggunakan penggerak Tourbillon yang sengaja diperihatkan agar orang bisa menikmati gerakannya.

Tidak seperti temuan-temuan lain yang segera tergantikan oleh barang baru, sistem Tourbillon tetap bertahan walau sudah berusia 220 tahun. Tentu dengan berbagai versi dan pengembangan oleh masing-masing brand.

Mesin ini bukannya tidak tergantikan oleh sistem yang lebih modern, namun Tourbillon terutama disukai karena menunjukkan keahlian pembuat jam dalam menghasilkan penggerak yang akurat, rumit, namun sekaligus indah.

Jam dengan mesin Tourbillon dari BreguetBreguet Jam dengan mesin Tourbillon dari Breguet
Di dunia pembuatan jam tangan, menciptakan sebuah tourbillon dianggap sebagai tingkat tertinggi dari keahlian seorang artisan, sehingga layak dihargai jauh lebih tinggi dibanding mesin lainnya.

Tourbillon pun dianggap lebih dari sekedar karya seni mekanik - ini adalah hasil dari studi fisika yang presisi, sebuah kisah pencarian untuk mencapai kesempurnaan dalam pembuatan jam tangan.

Untuk memperingati pencapaian ini, pada 2021, House of Breguet akan menggelar berbagai acara pada 26 Juni.

Ini adalah tanggal saat paten Tourbillon diperoleh pada tahun 1801, yakni pada Messidor ke-7 tahun IX menurut kalender Republik pasca-revolusi Perancis, yang mengacu pada tanggal 26 Juni di kalender modern kita.

Baca juga: Breguet Rilis Ulang Jam Tangan Romantis Milik Ratu Napoli

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.