Penyakit Gerd Bisa Berkembang Jadi Kanker Esofagus, Apa Itu?

Kompas.com - 19/02/2021, 15:27 WIB
Ilustrasi sakit GERD Shutterstock.comIlustrasi sakit GERD

KOMPAS.com - Selama masa pandemi Covid-19, mungkin kita menjadi mudah abai dengan masalah kesehatan lain, karena perhatian hanya tertuju pada virus corona.

Padahal -tentu saja, ada banyak kondisi kesehatan yang perlu kita perhatikan, dan bahkan membutuhkan penanganan dini. 

Salah satunya adalah penyakit gastro-esophageal reflux, atau dikenal dengan sebutan Gerd.

Baca juga: Agar Tak Kambuh, Jam Berapa Pengidap Gerd Harus Makan Malam?

Secara umum, Gerd didefinisikan sebagai gangguan pencernaan yang memengaruhi kerongkongan dan perut pengidapnya.

Jika seseorang mengalami refluks asam atau mulas, maka kondisi itu menunjukkan bahwa orang tersebut sedang mendapat serangan Gerd.

Gejala lain yang kerap muncul adalah sensasi nyeri terbakar di dada yang biasanya terjadi setelah makan, dan kian terasa memburuk saat berbaring.

Lalu, salah satu gejala lain yang jarang disadari sebagai bagian dari Gerd adalah sesak napas atau perasaan ingin berdehem.

Baca juga: 4 Cara Pintar Minum Kopi untuk Penderita Gerd, tanpa Takut Mulas

Gregory Wickern, dokter di St. Luke's Health Partners, Boise, Idaho, Amerika Serikat, mengatakan, jika Gerd tak diobati bisa memicu kanker esofagus.

Kanker ini juga dikenal dengan nama kanker kerongkongan, di mana terjadi pertumbuhan sel ganas yang menyerang kerongkongan (esofagus).

“Kanker esofagus memiliki angka kematian yang sangat tinggi,” ujar Gregory Wickern.

“Pada dasarnya tingkat kelangsungan hidup penderitanya kurang dari 20 persen. Jadi, penting untuk mengidentifikasi sebelum benar-benar berkembang menjadi kanker esofagus,” tegas dia.

Baca juga: Bayi Juga Bisa Alami Gerd, Ini 10 Gejalanya

Wickern mengatakan, pemeriksaan khusus untuk Gerd di masa lalu dilakukan hingga prosedur pembiusan, namun kini perangkat baru yang disebut EsoCheck bisa menyederhanakannya.

Prosedur ini menggunakan tes DNA yang disebut EsoGuard, hingga memungkinkan dokter untuk melakukan screening hanya dalam waktu 5-10 menit, untuk kemudian menentukan penanganan lanjutan.



Sumber kmvt.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X