Kompas.com - 21/02/2021, 07:40 WIB
Genangan banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Jumat (19/2/2021) siang. KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADGenangan banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Jumat (19/2/2021) siang.

KOMPAS.com - Hujan deras mengguyur sejumlah daerah di Indonesia dan menyebabkan banjir, termasuk di beberapa titik di Jabodetabek.

Di tengah kesibukan menangani banjir di rumah atau membantu evakuasi anggota keluarga, jangan sepelekan penyakit yang mungkin menyerang kerika banjir melanda.

Seperti dirangkum dari sejumlah pemberitaan Kompas.com, beberapa penyakit tersebut di antarnya:

1. Infeksi Kulit
Infeksi kulit dapat terjadi akibat paparan langsung air banjir yang terkontamnasi bakteri pada kulit.

Kondisi ini dapat terjadi jika kita sedang dalam kondisi daya tahan tubuh lemah, atau bisa juga karena memiliki luka terbuka ketika terpapar air banjir.

Kondisi ini dapat membahayakan tubuh karena menimbulkan infeksi sekunder.

Untuk mencegahnya, segera basuh tangan dan kaki yang terpapar air banjir dengan air bersih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dianjurkan pula untuk mencuci tangan sebelum makan untuk menghindari kuman dan bakteri.

Baca juga: Tips Bersihkan Beragam Perabot Rumah Pasca Banjir

2. Kencing tikus
Leptospirosis atau kencing tikus disebabkan oleh bakteri yang disebut Leptospira interrogans.

Penyebarannya bisa melalui sentuhan, yaitu saat menyentuh tanah atau air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urine binatang yang terinfeksi.

Gejala klinis leptospirosis sangat bervariasi, antara lain demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri otot, muntah, kulit dan mata kuning, serta mata merah, sakit perut, diare, hingga ruam.

Pada kasus, leptospirosis dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga kegagalan pernapasan.

Baca juga: Cara Meminimalisir Dampak Banjir bagi Kesehatan

3. Diare
Diare disebabkan karena sumber air bersih, khususnya dari sumur dangkal, tercemar bakteri atau virus.

Minimnya air bersih di pengungsian juga bisa menyebabkan kondisi ini

Selain itu, diare juga bisa terjadi karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus maupun bakteri.

Untuk mencegahnya, usahakan sering mencuci tangan dengan sabun, merebus air minum sampai mendidih dan hindari tumpukan sampah.

Baca juga: Hindari 5 Makanan Ini Agar Diare Tak Tambah Parah

4. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Setelah banjir, waspadai adanya genangan air yang rentan digunakan sebagai tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti biang DBD.

Dengan meningkatnya populasi nyamuk, ancaman DBD juga semakin besar.

Jaga lingkungan sekitar tetap bersih dan pastikan tidak ada tempat yang potensial digunakan nyamuk berkembang biak.

Baca juga: Ancaman DBD, Perhatikan Siklus Perkembangbiakan dan Penularannya

5. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
ISPA disebabkan bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya.

Kondisi tubuh yang letih ketika terdampak banjir juga bisa menyebabkan seseorang lebih rentan terkena ISPA.

Gejala umum yang muncul seperti batuk, pilek, demam, nyeri dada, hingga sesak napas.

Untuk mencegah penularannya, tingkatkan daya tahan tubuh, biasakan menutup mulut saat batuk dan tidak meludah sembarangan.

Baca juga: 9 Cara Menjaga Organ Pernapasan agar Tetap Sehat

6. Hepatitis A
Hepatitis A adalah infeksi hati yang disebabkan virus hepatitis A.

Penyakit ini dapat menyebar melalui air yang terkontaminasi virus, lalu memicu peradangan dan mengganggu fungsi hati.

Penyebaran lain hepatitis A juga bisa terjadi lewat tinja yang tidak sengaja mencemari makanan, minuman, atau benda.

Saat orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan bersih setelah buang air besar, kemudian menyentuh makanan, minuman, atau benda, penyakitnya bisa menular.

Untuk mencegahnya, usahakan tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta memastikan daya tahan tubuh tetap prima.

Baca juga: Jaga Pola Makan, Kunci Hindari Gangguan Pencernaan

7. Tipes (demam tifoid)
Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi yang menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Jika tidak segera ditangani, pengidapnya dapat mengalami komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis (peradangan otot jantung), gagal jantung akut, bahkan kematian.

Untuk mencegahnya, pastikan mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis serta rajin mencuci tangan.

Bagi orang-orang yang terdampak banjir, pastikan selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama pasca-banjir.

Gunakan berbagai alat pelindung ketika membersihkan bekas banjir, seperti masker, sarung tangan dan sepatu bot.

Baca juga: Mengapa Covid-19 Sering Dikira Tipes?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.