Kompas.com - 21/02/2021, 12:24 WIB
Ilustrasi Gerd. SHUTTERSTOCK/GBALLGIGGSPHOTOIlustrasi Gerd.

KOMPAS.com - Gerd dalam beberapa waktu terakhir kerap menjadi perbincangan. Banyak orang khawatir dirinya menderita Gerd karena pengaruh pola makan dan gaya hidup.

Gastroesophageal reflux disease atau Gerd adalah kondisi naiknya (refluks) asam lambung dari perut ke kerongkongan secara kronis.

Refluks asam terjadi karena katup di ujung kerongkongan tidak menutup saat makanan sampai di perut, tepatnya di lower esopgageal sphincter (LES) atau sfingter esofagus bagian bawah.

Akibatnya, asam lambung mengalir kembali melalui kerongkongan ke tenggorokan.

Kondisi ini membuat banyak penderita Gerd merasakan sensasi panas di ulu hati atau dada yang disebut heartburn.

Baca juga: Bisakah Gerd Disembuhkan?

Selain jenis makanan, salah satu aspek yang tak kalah pentingnya bagi penderita Gerd adalah porsi dan waktu makan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Verywell Health, penderita Gerd lebih baik makan dalam porsi kecil namun sering, daripada makan dalam porsi besar.

Sebab, porsi makan besar akan memproduksi lebih banyak asam dalam perut, lebih lama dicerna dan memberikan tekanan lebih pada kerongkongan bagian bawah, semuanya dapat memicu heartburn.

"Daripada makan besar tiga kali sehari, penderita Gerd akan merasa lebih nyaman makan lima kali sehari dalam porsi kecil dan membaginya ke dal beberapa waktu makan."

"Jadi, makanan sudah dicerna dengan baik ketika tiba di waktu makan berikutnya," demikian tulis laman tersebut.

Baca juga: Catat, Ini Menu Sarapan yang Harus Dihindari Penderita Gerd

Namun, untuk makan malam, penderita Gerd harus memberi jarak waktu dua hingga tiga jam antara waktu makan malam hingga tidur.

Durasi tersebut dianggap sudah cukup bagi tubuh untuk mencerna makanan secara tuntas.

Selain itu, usahakan tidak ngemil terlalu larut, serta menjaga tubuh tetap tegak atau tidak rebahan setelah makan.

Gravitasi disebut dapat membantu organ pencernaan mencerna makanan lebih cepat dan mencegah risiko makanan serta asam menekan kerongkongan bagian bawah ketika tidur.

Selain memerhatikan porsi dan waktu makan, usahakan pula untuk mengenali gejala Gerd, serta menghindari pemicunya.

Baca juga: Gerd Masih Sering Tak Dikenali, Waspadai Gejalanya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.