Kompas.com - 22/02/2021, 10:50 WIB
. Shutterstock/PopTika.

KOMPAS.com - Sakit mag adalah luka yang berkembang di lapisan lambung atau duodenum, yang merupakan bagian pertama dari usus kecil.

Sakit mag juga dikenal sebagai tukak lambung atau tukak duodenum.

Jika seseorang menderita mag, mereka mungkin merasakan sensasi terbakar di perutnya.

Sensasi terbakar ini berlangsung beberapa menit atau bahkan beberapa jam. Lalu, rasa sakit itu mereda setelah minum antasida atau menghentikan asupan makanan.

Baca juga: Cara Membedakan Gejala Serangan Jantung dan Maag

Gejala biasa dimulai di tengah malam atau saat makan, dan terjadi terus-menerus selama beberapa minggu.

Namun, sebelum berangkat ke dokter untuk mencari pengobatan, sebenarnya ada alternatif pilihan pengobatan rumahan yang bisa kita coba untuk meredakan sakit mag.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Probiotik

Probiotik adalah organisme hidup yang membantu mengembalikan keseimbangan bakteri di dalam saluran pencernaan.

Selain membantu mencapai kesehatan usus yang optimal, kandungan ini juga dapat membantu mengobati sakit mag.

Berdasarkan tinjauan dari tahun 2014, probiotik memang tidak dapat membunuh bakteri H. pylori.

Namun, kandungan ini dapat mengurangi jumlah bakteri yang ada, mempercepat proses penyembuhan, dan memperbaiki beberapa gejala.

Baca juga: Sama-sama Penyakit Lambung, Ini Beda Gerd dan Maag

Jadi, ketika dikonsumsi bersamaan dengan pengobatan lain, probiotik dapat membantu membasmi bakteri berbahaya.

Kita dapat menemukan probiotik dari sumber-sumber seperti yogurt, makanan fermentasi, dan tentu saja, suplemen probiotik.

Beberapa makanan pun mengandung probiotik. Tetapi, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen, karena suplemen memiliki konsentrasi probiotik yang lebih tinggi per porsi.

2. Jahe

Banyak orang mengira jahe memiliki efek gastroprotektif. Padahal, jahe bisa dipakai untuk mengobati perut dan gangguan pencernaan, seperti sembelit, kembung, dan mag.

Sebuah tinjauan dari tahun 2013 menunjukkan, jahe dapat membantu mengatasi tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.

3. Buah berwarna-warni

Banyak buah mengandung senyawa yang disebut flavonoid, yaitu polifenol. Flavonoid berkontribusi pada kekayaan warna beberapa buah.

Menurut tinjauan tahun 2011, polifenol dapat membantu mengatasi sakit mag. Kandungan ini juga dapat membantu berbagai masalah pencernaan lainnya, termasuk kejang dan diare.

Flavonoid melindungi lapisan perut dari tukak. Kandungan ini bisa meningkatkan lendir perut, yang menghambat pertumbuhan H. pylori.

Baca juga: Waspadai Gejala Maag Kronis agar Tak Berujung pada Penyakit Serius

Flavonoid juga memiliki sifat antioksidan, yang dapat ditemukan dalam buah-buahan seperti, apel, bluberi, ceri, lemon, dan jeruk.

4. Pisang raja

Pisang raja adalah salah satu jenis pisang. Penelitian pada tahun 2011 menunjukkan pisang raja yang masih mentah memiliki efek positif pada tukak lambung.

Pisang raja mentah mengandung flavonoid yang disebut leucocyanidin.

Leucocyanidin meningkatkan jumlah lendir di perut. Buah ini juga dapat mengurangi keasaman, yang dapat membantu mencegah dan meredakan gejala mag.

5. Madu

Madu adalah pemanis alami yang populer digunakan di seluruh dunia. Orang yang mengonsumsi madu secara teratur dapat menikmati berbagai manfaat kesehatan.

Sebuah hasil penelitian pada tahun 2016 menyebutkan, madu Manuka memiliki efek antimikroba terhadap H. pylori.

Baca juga: Sakit Maag Bisa Sebabkan Kematian, Benarkah?

Hal itu jelas menunjukkan bahwa madu bisa bermanfaat untuk mengobati sakit mag.

Kita juga menggunakan madu untuk mempercepat penyembuhan luka, termasuk bisul kulit, luka bakar, dan luka.

6. Kunyit

Kunyit adalah bumbu kuning populer yang sering digunakan di Indonesia. Seperti halnya cabai, kunyit mengandung senyawa yang disebut kurkumin.

Para peneliti mulai mempelajari kurkumin sehubungan dengan manfaat kesehatannya.

Sebuah tinjauan pada tahun 2013 menyimpulkan, kurkumin memiliki aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mencegah sakit mag.

Namun, masih perlu ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa efektif kunyit dalam mengobati mag.

Meski begitu, hasil awal tampak positif. Ilmuwan berharap kunyit dapat membantu meredakan gejala mag.

7. Kamomil

Beberapa orang menggunakan bunga kamomil dan teh kamomil untuk mengobati kecemasan ringan, kejang usus, dan peradangan.

Sebuah studi ulasan yang diterbitkan pada tahun 2012 melaporkan, ekstrak chamomile mungkin juga memiliki sifat anti-ulkus.

Beberapa peneliti berpikir kandungan di dalamnnya bisa menghambat sakit mag dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan.

8. Bawang putih

Bawang putih populer di banyak belahan dunia mana pun, berkat kemampuannya untuk menambah rasa pada makanan.

Baca juga: Panduan Memilih Makanan bagi Penderita Maag

Selain itu, bawang putih juga memiliki sifat antimikroba dan antibakteri, yang membantu melawan infeksi.

Beberapa penelitian memang mendukung keefektifan bawang putih dalam mengobati mag.

Sebagai contoh, sebuah studi tahun 2016 pada hewan menunjukkan, bawang putih dapat membantu mencegah perkembangan penyakit mag, dan membantu mempercepat proses penyembuhan.

Lalu, menurut tinjauan tahun 2015, bawang putih juga dapat membantu mencegah pertumbuhan H. pylori.

Satu studi skala kecil pada tahun 2015 menunjukkan, makan dua siung bawang putih dengan makan, dua kali sehari, dapat memiliki efek anti bakteri terhadap H. pylori.

Namun, tidak semua penelitian setuju bawang putih memengaruhi H. pylori atau mencegah tukak. Sejumlah ilmuwan merasa, masih perlu dilakukan lebih banyak penelitian.

9. Licorice

Licorice adalah rempah-rempah populer yang berasal dari kawasan Mediterania dan Asia.

Licorice merupakan tanaman yang memiliki cita rasa manis. Karena rasanya itu, licorice kerap dijadikan zat perasa pada makanan dan minuman, bahkan rokok.

Orang pun telah menggunakan licorice dalam pengobatan tradisional selama ratusan tahun.

Banyak orang percaya, memakan akar licorice kering dapat membantu menyembuhkan dan mencegah penyakit mag.

Namun, penelitian cenderung berfokus pada penggunaan suplemen, bukan akar licorice kering.

Jadi, orang yang tertarik menggunakan bumbu ini untuk mag mungkin ingin mencobanya sebagai suplemen.

Baca juga: Yogurt bagi Penderita Maag, Kenapa Tidak?

Sebuah studi pada tahun 2013 menemukan bahwa mengonsumsi suplemen licorice dapat membantu melawan infeksi H. pylori.

Studi tersebut menunjukkan, suplemen membantu mencegah pertumbuhan bakteri.

10. Lidah buaya

Aloe vera adalah minyak nabati populer yang ditemukan di banyak losion topikal, kosmetik, dan makanan.

Selain itu, beberapa penelitian mengamati bagaimana lidah buaya mempengaruhi sakit mag menghasilkan hasil yang baik.

Misalnya, satu studi pada tahun 2011 pada tikus mengungkap, lidah buaya mengobati mag dengan cara yang mirip dengan obat anti-tukak yang populer.

Tapi, peneliti hanya mempelajari hewan, bukan manusia. Jadi, para ilmuwan masih perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk melihat efek lidah buaya pada manusia.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.