Penting, Pria Harus Mempelajari 8 Hal Ini Sebelum Menikah

Kompas.com - 22/02/2021, 19:05 WIB
Ilustrasi pasangan suami istri. PEXELS/ANDREA PIACQUADIAOIlustrasi pasangan suami istri.

KOMPAS.com - Melangkah ke jenjang pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah. Semua orang yang akan menikah tahu akan hal itu, dan mungkin sudah sering diberi tahu oleh orang lain tentang hal itu, tetapi tak banyak yang menjelaskan apa saja sebetulnya yang perlu dipersiapkan sebelum menikah.

Ada banyak sekali saran yang akan diterima calon pengantin dari banyak pihak, seperti pentingnya menjaga komunikasi bagi pasangan suami istri atau pentingnya meluangkan waktu berdua meski kelak sudah punya anak, dan lainnya.

Kondisi itu kadang malah membuat calon pengantin bingung, tak terkecuali pria.

Padahal, ada beberapa hal yang lebih penting untuk dipelajari demi memiliki hubungan yang harmonis bersama pasangan.

Nah, inilah beberapa "bekal" yang perlu dipelajari oleh pria sebelum menikah, seperti dilansir The Good Men Project:

1. Belajar memasak
Ini mungkin terdengar sepele, namun faktanya masih banyak pria yang menganggap memasak adalah pekerjaan wanita.

Padahal, sentimen tersebut tidaklah benar. Kelak, pasanganmu mungkin akan lebih sibuk dengan kehadiran buah hati, ditambah lagi dengan kesibukan harian lainnya, yang pada akhirnya membuat dia tak lagi punya niat atau energi untuk memasak.

Nah, kamu tak mungkin membeli makan setiap saat, bukan?

Jadi, cobalah belajar memasak. Tak perlu mempelajari menu yang ribet, mempersiapkan menu praktis seperti nasi goreng atau spaghetti pun bisa jadi bekal penting untuk kamu berumah tangga kelak.

Nantinya, jika kamu suka dengan aktivitas itu, kamu mungkin akan tergerak untuk mempelajari lebih banyak menu masakan.

Oh ya, kamu juga bisa sekaligus mempelajari cara efektif membersihkan dapur.

Baca juga: Memasak Bisa Jaga Kesehatan Mental, Ini 6 Alasannya

2. Belajar mengurus pekerjaan rumah sendiri
Sama seperti memasak, kamu juga harus belajar untuk bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri sebagai antisipasi jika kelak pasanganmu sedang tidak ada di rumah, sedang sakit atau punya suatu kesibukan.

Kamu harus bisa membersihkan rumah, hingga mencuci piring dan baju.

Pekerjaan-pekerjaan rumah itu mungkin terdengar sangat sederhana, namun tak perlu menunggu sampai kamu harus mengurus semuanya. Jika tidak terbiasa, kamu mungkin bakal keteteran untuk melakukan semuanya karena terlalu bergantung pada pasanganmu.

Baca juga: 8 Pekerjaan Rumah yang Tidak Boleh Dilakukan Ibu Hamil

3. Belajar memperbaiki sesuatu
Tanpa mempelajari keahlian memperbaiki sesuatu, kelak kamu mungkin akan selalu membutuhkan bantuan orang lain, entah untuk membetulkan pipa yang bocor, saluran air yang kotor, atau perbaikan alat rumah tangga lainnya.

Ingatlah bahwa belum tentu selalu ada orang untuk membantumu dan belum tentu kamu selalu punya uang untuk membayar jasa perbaikan.

Padahal, di waktu-waktu darurat, kamu mungkin tak punya waktu untuk menunggu itu semua.

Cukup pelajari mulai dari hal-hal sederhana, seperti memasang paku di dinding, mengecat dinding, memperbaiki lubang air, dan lainnya. Sementara untuk perbaikan yang lebih rumit, barulah kamu meminta bantuan pada profesional.

Baca juga: Tips Praktis Membersihkan Rumah Agar Hemat Waktu

4. Mengetahui cara mengelola anggaran
Istri sering kali disebut sebagai "menteri keuangan" di rumah. Tapi, ada baiknya jika suami juga tahu cara mengelola anggaran, setidaknya untuk diri sendiri.

Penganggaran adalah kunci gaya hidup yang sehat dan bahagia.

Tak peduli berapa banyak penghasilan yang kamu punya, jika kamu menghabiskannya dengan sembarangan, maka uangmu akan cepat habis.

Artinya, kamu juga perlu belajar menyimpan uang dan mengetahui kapan sebaiknya tidak menghabiskan uang.

Ingat, kebutuhan harus selalu menjadi prioritas daripada keinginan, terutama kebutuhan untuk membayar tagihan.

Baca juga: Selain Keuangan, Persiapkan 3 Hal Ini Sebelum Menikah

5. Belajar tanpa pamrih
Sebelum memiliki hubungan yang serius, kebanyakan dari kita terbiasa melakukan banyak hal untuk diri sendiri.

Sulit untuk emngubah pola itu bahkan ketika memasuki kehidupan pernikahan. Tapi, jika kamu ingin pernikahanmu bertahan, kamu harus bersedia melakukannya.

Kamu tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri, keinginanmu dan waktumu sendiri.

Jika kamu suka menonton film dan serial favorit, misalnya, itu tak masalah.

Tapi kamu juga tak boleh pamrih untuk menghabiskan durasi waktu yang sama untuk menemani pasanganmu nonton film favoritnya.

Lalu, jika kamu suka bermain game namun pasanganmu tidak suka, cobalah untuk mengurangi durasi bermain game tersebut dan lebih banyak meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal bersama pasangan.

Meski terdengar mudah dilakukan, namun kenyataannya tidak demikian.

Semakin segera kamu belajar untuk tidak lagi egois memikirkan diri sendiri demi orang tercinta, maka akan semakin baik.

Baca juga: Ketika Suami Lebih Cinta Hobi ketimbang Istri...

6. Memahami kapan memerlukan bantuan
Kamu tak harus melakukan segala hal sendiri. Ada kalanya kamu perlu bantuan profesional.

Penting untuk memahami kapabilitas dan batasan dirimu serta mengetahui kapan saatnya membutuhkan bantuan.

Ini tak selalu tentang sesuatu yang sifatnya praktis. Bisa saja di satu titik kamu memerlukan bantuan profesional kesehatan mental, bantuan bengkel untuk memperbaiki mobil, atau konseling pernikahan.

Pahami bahwa meminta bantuan ketika kesulitan bukan berarti kamu lemah atau tidak mampu. Tapi, penting untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk meminta bantuan.

Baca juga: 10 Fakta Kehidupan Pernikahan, Pasangan Kekasih Wajib Tahu

7. Mempelajari bagaimana menjaga keharmonisan hubungan
Banyak film atau serial menggambarkan romansa hubungan dengan konsep yang salah.

Padahal, sebuah hubungan yang kuat tidak selalu harus seperti hubungan ideal yang digambarkan di dalam film.

Sesekali memberikan buket bunga, perhiasan mahal atau makan malam romantis sesekali tentu tidak masalah, tetapi pahami bahwa itu bukan satu-satunya cara untuk menunjukkan kasih sayangmu kepada pasangan.

Luangkan waktu untuk mempelajari romansa hubungan yang sebetulnya. Cobalah mencari tahu apa yang dibutuhkan pasanganmu.

Mungkin dia lebih suka kamu membantunya membersihkan rumah daripada memberikan hadiah perhiasan, atau mungkin lebih suka dibantu mencuci pakaian dan mengurus anak daripada mentraktirmu makan malam romantis.

Romansa berbeda untuk setiap orang, sama seperti apa yang dihargai dan diapresiasi seseorang.

Luangkan waktu bersama pasangan untuk mempelajari satu sama lain dan memahami apa yang diinginkan dalam hubungan.

Percayalah, ini akan sangat bermanfaat untuk hubunganmu dalam jangka panjang.

Baca juga: Menjaga Kualitas Hubungan Tetap Harmonis Meski Tanpa Seks

8. Belajar berbagi
Ketika sudah menikah, kamu harus berbagi banyak hal, mulai dari keuangan hingga ruang fisik untuk kebebasanmu sendiri.

Hampir tidak mungkin untuk membagi rata semua hal dan kamu tidak perlu melakukan itu.

Namun, bukan hal yang mustahil untuk berbagi secara adil dengan pasanganmu.

Berbagi bisa merupakan hal sederhana seperti berbagi makanan, berbagi waktu melakukan aktivitas yang disukai pasanganmu alih-alih melakukan hanya yang kamu suka, mengorbankan tidak membeli barang yang kamu inginkan, dan lainnya.

Ketika kamu membina suatu hubungan, apalagi hubungan serius seperti pernikahan, artinya kamu siap berbagi dengan orang yang hidup bersamamu sepanjang hidupmu. Itu juga artinya apa yang menjadi milikmu adalah miliknya juga, dan sebaliknya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X