Kompas.com - 23/02/2021, 06:03 WIB
Ilustrasi memakai skin care. PEXELS/SORA SHIMAZAKIIlustrasi memakai skin care.

KOMPAS.com - Banyaknya pilihan produk skin care membuat kita kerap tergoda mencoba-coba.

Selain itu, khasiat yang ditawarkan produk-produk tersebut juga sangat beragam.

Nah, tapi setidaknya ada satu alasan mengapa kita sebaiknya tidak mudah tergoda mencoba-coba skin care.

Sebab, ada beberapa kandungan skin care yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan, lho.

"Beberapa kandungan tidak akan bekerja dengan baik satu sama lain," ungkap dokter kulit dari Chestnut Hill, Massachusetts, Brooke Sikora, MD, seperti dilansir Everyday Health.

Baca juga: Catat, Ini Urutan Pakai Skin Care agar Hasilnya Efektif

Setidaknya ada enam kombinasi kandungan skin care yang sebaiknya dihindari, antara lain:

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Retinoid atau Retinol dengan AHA
Turunan vitamin A, seperti retinol dan retinoid, dan Alpha Hydroxy Acid (AHA), seperti glycolic acid, adalah pilihan para dokter kulit untuk anti-penuaan.

Sebab, kandungan tersebut dapat mempercepat pergantian sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen sehingga kulit tampak berkilau dan bebas dari garis halus.

Namun, dalam kasus ini, lebih banyak produk bukan berarti lebih baik.

Menurut dokter kulit bersertifikasi dari Dallas, Elizabeth Bahar Houshmand, MD, karena sama-sama dapat mengelupas lapisan kulit luar, gabungan kedua kandungan memiliki efek samping yang dapat mengiritasi.

Ketika mengalami iritasi kulit, kita cenderung akan mengurangi frekuensi pemakaian produk, yang pada akhirnya dapat mengurangk efektivitas pemakaian skin care.

Tapi, bukan berarti kamu harus menyingkirkan salah satu jika memiliki kedua produk tersebut.

Cukup gunakan produk pada hari-hari berbeda.

Midalnya, produk dengan AHA pada hari Senin dan produk dengan retinoid pada hari Selasa, dan seterusnya.

Tapi, ada satu pengecualian.

Kedua kandungan tersebut mungkin bisa dipadukan pada satu produk jika telah diuji secara khusus melalui uji klinis.

Baca juga: Pakai Skin Care Berbeda-beda Merek Bisa Berbahaya, Apa Alasannya?

2. Retinoid atau Retinol dengan Benzoyl Peroxide
Meski dikenal sebagai anti-penuaan, namun retinoid juga ampuh untuk mengatasi jerawat karena dapat mengeksfoliasi kulit dan mencegah penyumbatan pori-pori.

Namun, pikirkan dua kali jika ingin memadukan produk mengandung retinoid bersama produk mengandung benzoyl peroxide.

"Benzoil peroksida dapat menonaktifkan molekul retinoid," kata Sikora.

Penelitian sebelumnya pernah menemukan bahwa formulasi retinoid tretinoin yang lebih baru bisa tetap stabil jika dipadukan dengan benzoyl peroxide.

Beberapa produk juga diformulasikan secara khusus dengan menggabungkan kedua kandungan.

Namun, sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan produk dengan benzoyl peroxide di pagi hari dan produk dengan retinol di malam hari.

Baca juga: Timbul Jerawat Belum Tentu Karena Tak Cocok Skin Care

3. Retinoid atau Retinol dengan vitamin C
Retinoid tidak bisa bekerja optimal bersama produk dengan kandungan vitamin C.

Sikora menjelaskan, vitamin C adalah bahan yang sulit untuk diformulasikan karena bekerja paling efektif dalam lingkungan dengan pH asam.

Sementara retinol bekerja di lingkungan dengan pH yang lebih tinggi atau lebih basa.

Jika digunakan bersamaan, keduanya tidak akan bekerja secara maksimal.

Solusinya, kamu bisa tetap menggunakan dua produk tersebut tapi dalam waktu berbeda.

Retinol paling baik digunakan pada malam hari karena membuat kulit lebih sensitif dan dapat meningkatkan risiko kerusakan akibat sinar matahari.

Sementara vitamin C berfungsi paling baik di siang hari karena merupakan antioksidan yang melindungi kulit dari serangan di siang hari, seperti polusi dan sinar ultraviolet.

Baca juga: Kulit Sensitif Jangan Asal Pakai Skin Care, Simak Tipsnya

4. Retinoid atau Retinol dengan Salicylic Acid
Banyak orang memiliki masalah penuaan kulit, tetapi juga masalah jerawat.

Untuk mengutasi tanda-tanda penuaan, seperti munculnya garis halus dan kerutan, kamu mungkin menggunakan prkduk mengandung retinoid.

Sementara untuk mengatasi masalah jerawat, kamu mungkin juga menggunakan produk mengandung salicylic acid, beta hydroxy acid (BHA) yang merangsang pergantian sel kulit, sehingga menjaga pori-pori tetap bersih.

Tetapi, masing-masing kandungan dapat membuat kulit kering. Sehingga, menggabungkan produk dengan dua kandungan tersebut harus dilakukan secara berhati-hati.

Risikonya bisa berupa iritasi dan memperburuk masalah kulit yang dialami.

Agar tak terlalu kering, kulit akan meningkatkan produksi minyak, yang pada akhirnya hanya menciptakan lingkaran setan karena menciptakan kondisi kulit kering dan berjerawat.

Jadi, untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan produk dengan salicylic acid di pagi hari dan retinoid di malam hari.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Skin Care Tak Berefek pada Kulit

5. Pembersih berbasis sabun dengan vitamin C
Vitamin C dirancang untuk digunakan di pagi hari.

Tapi, dengan produk apa kamu membersihkan wajah sebelum menggunakan vitamin C juga tak kalah pentingnya.

Seperti yang telah disebutkan, vitamin C bekerja paling baik jika diformulasikan pada lingkungan dengan pH rendah.

Namun, Leslie Baumann, MD menulis di MDedge Dermatology bahwa penggunaan pembersih wajah berbahan dasar sabun yang memiliki pH tinggi akan menurunkan kemampuan kulit untuk menyerap vitamin C.

Itulah mengapa, sebuah ulasan tahun 2017 di The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menyebutkan, menggabungkan kedua produk akan membuat kulitmu kehilangan perlindungan dari radikal bebas.

Tak hanya itu, produk vitamin C yang diformulasikan dengan baik pada umumnya dibanderol dengan harga tinggi.

Sehingga, sayang jika produk tersebut tak bisa bekerja dengan optimal gara-gara kesalahan pemakaian.

Sebagai alternatif, kamu bisa memilih pembersih wajah berbasis salicylic atau glycolic di pagi hari sebelum menggunakan produk vitamin C.

Baca juga: Vitamin C, Bahan Dasar untuk Kulit Cerah Bebas Kerut

6. Produk dengan bahan aktif sama
Menurut Hooper, hampir tidak ada alasan untuk menggunakan dua produk dengan kandungan sama.

Contohnya, menggunakan dua produk jerawat mengandung benzoyl peroxide.

Contoh lainnya adalah menggunakan masker dengan kandungan glycolic acid kemudian mengakhirinya dengan krim mengandung mandelic acid, karena keduanya adalah AHA.

Hooper mengatakan, penggunaan dua produk dengan bahan aktif sama bisa menyebabkan iritasi.

Iritasi yang meningkat adalah tanda bahwa pelindung kulit terganggu, yang hanya akan meningkatkan kemungkinan mengalami efek samping dari bahan aktif tersebut.

Namun, jika kamu tidak mengalami gejala kulit memerah atau seperti terbakar ketika menggunakan dua produk mengandung AHA, maka kamu masih mungkin mendapatkan khasiat yang dicari.

Namun, bagi kebanyakan orang, perpaduan keduanya terlalu keras.

Pada akhirnya, jika mengalami efek samping seperti kulit memerah, sensasi terbakar atau mengelupas, atau merasa tidak mendapatkan efek yang diinginkan, kemungkinan ada yang salah dalam rutinitas penggunaan skin care yang kamu lakukan.

Demi mendapatkan hasil optimal dan mencegah efek samping yang diinginkan, berkonsultasilah dengan dokter kulit.

Baca juga: 3 Skin Care Wajib bagi “Si Malas”



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X