Kompas.com - 23/02/2021, 12:12 WIB
. Shutterstock/PopTika.

KOMPAS.com - Refluks asam atau gastroesophageal reflux disease (Gerd) merupakan masalah pencernaan yang umum dialami banyak orang.

Salah satu penyebabnya karena kebiasaan mengonsumsi makanan berminyak dan berlemak. Selain itu, orang yang obesitas juga lebih mungkin terkena Gerd.

Gerd memicu rasa tidak nyaman pada perut dan sensasi terbakar. Terkadang butuh bantuan dokter untuk mengatasinya. Terlebih tingkat keparahan gejala Gerd pada setiap orang berbeda.

Selain meminta bantuan dokter, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk meredakan maupun mencegah gejala Gerd. Berikut ulasannya.

1. Pilihan makanan

Dalam kondisi normal, sfingter esofagus bagian bawah (katup antara esofagus dan lambung) biasanya akan terutup rapat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fungsinya adaah menjaga makanan dan asam lambung tidak naik ke kerongkongan. Namun kondisinya bisa berbeda pada mereka yang terkena Gerd.

Sfingter esofagus bisa mengendur sehingga makanan dan asam dari lambung dapat kembali ke kerongkongan yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman di dada yang disebut heartburn.

Mengendurnya sfingter esofagus dapat dipicu oleh makanan yang digoreng (berminyak), daging tinggi lemak, mentega, margarin, mayones, dan saus krim.

Selain itu, produk susu, cokelat, permen, minuman berkafein seperti kopi dan teh, minuman berkarbonasi, serta alkohol juga bisa menjadi pemicu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X