Kompas.com - 23/02/2021, 16:21 WIB

"Kami sudah tahu bahwa penyakit demam dapat berdampak pada produksi sperma, apa pun penyebabnya," kata Pacey.

Sheena Lewis, seorang profesor emeritus di Queen's University Belfast di Irlandia, berbagi pemikiran serupa melalui email.

"Kekhawatiran saya adalah bahwa pria dengan Covid-19 memiliki berat badan yang jauh lebih tinggi dan menjalani sejumlah perawatan terapeutik.

"Kita tahu, obesitas saja mampu mengurangi kualitas sperma. Perawatan Covid-19 mungkin juga mempengaruhi kualitas sperma pria ini, bukan Covid itu sendiri," tutur Lewis.

"Dengan demikian, penelitian jangka panjang masih diperlukan sebelum testis dianggap sebagai organ berisiko tinggi akibat infeksi Covid-19," kata Murdoch, dari Newcastle.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.