Kompas.com - 24/02/2021, 11:01 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Masalah kesuburan di tengah kehidupan pasangan suami istri kerap menjadi pembahasan yang menarik, meski terkadang sensitif.

Literatur menunjukkan, lingkungan di mana kita hidup menjadi bagian dari masalah kesuburan, baik bagi perempuan maupun laki-laki.

Hormon, terutama testosteron dan estrogen, adalah faktor yang memungkinkan bagusnya fungsi reproduksi.

Baca juga: Diet Rendah Lemak Pengaruhi Sistem Reproduksi Pria, Benarkah?

Namun, dalam kehidupan modern saat ini, pengaruh negatif bahan kimia berbahaya menerpa kehidupan baik disadari maupun tidak. Mulai dari kehidupan di rumah, makanan, dan gaya hidup kita secara keseluruhan.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa infertilitas dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk kondisi medis, yang tidak dapat diatasi dengan perubahan sederhana di rumah.

Kendati demikian, ada sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk memulihkan atau meningkatkan kesehatan reproduksi.

Langkah tersebut adalah dengan menghilangkan kebiasaan berbahaya dan bahan kimia dari lingkungan kita.

1. Perbaiki kondisi kesehatan

Jika merokok, berhentilah! Merokok itu beracun, titik.

Baca juga: Sistem Reproduksi Pria Rusak karena Merokok

Lalu, jika ada seseorang di rumah yang merokok, dorong dia untuk berhenti atau menerapkan larangan merokok di rumah.

Sebab, demi kesehatan kita, sama pentingnya untuk menghindari asap rokok yang berasal dari orang lain.

Kemudian, pertahankan berat badan yang sehat. Pastikan asupan kalori yang tepat untuk tubuh, sambil mengupayakan -minimal, selalu menjalankan olahraga ringan.

Tak lupa, pilihlah makanan yang bersih dan sehat.

Fokus pada makanan alami, dan makanan atau camilan yang tidak diproses. Penelitian menunjukkan, makan makanan gaya mediterania terkait dengan peningkatan kesuburan.

Faktor selanjutnya adalah minimalkan stres negatif/konstan — atau temukan cara untuk mengelolanya.

Hobi seperti meditasi atau yoga yang mendorong latihan pernapasan adalah pilihan yang bagus untuk mengurangi beban stres fisik.

2. Perbaiki kondisi rumah

Kita menghabiskan banyak waktu di rumah—dan jadilah peduli bahwa apa yang kita bawa ke dalamnya tidak akan merugikan kesehatan kita.

Baca juga: Anak Perempuan Lebih dari Tugas Reproduksi dan Domestik

Kita mungkin tidak menyadari bahwa banyak barang rumah tangga yang menjadi sumber senyawa berbahaya yang mengganggu endokrin.

  • Di dapur

Usahakan untuk membeli makanan organik, segar, dan belum diolah.

Kemudian, beralihlah ke material kaca, keramik, atau baja tahan karat untuk penyimpanan makanan.

Sebab, bahan plastik sering kali mengandung bahan kimia yang mengganggu endokrin yang memengaruhi kesuburan.

Jangan gunakan bahan plastik dalam microwave. Jika kita memerlukan penutup, jangan gunakan plastik, lebih baik gunakan handuk kertas, kertas roti, atau piring terbalik.

Perbaiki peralatan masak dengan, misalnya, penggorengan antilengket yang dapat membuat hidup lebih mudah, tetapi pastikan dibuat dengan senyawa kimia yang tidak meresap ke dalam makanan.

Besi dan baja tahan karat adalah alternatif yang lebih bagus, sebenarnya.

Baca juga: Infeksi Covid-19 Ganggu Kualitas Sperma dan Kesuburan, Benarkah?

Kemudian, biasakan untuk menyaring air keran. Teko kaca adalah solusi yang tidak mahal; jika ingin berinvestasi, kita dapat memilih filter di bawah wastafel.

Juga, periksa produk pembersih di dapur—banyak produk utama yang penuh dengan bahan kimia yang tidak aman. 

  • Di kamar mandi

Periksa label pada produk kamar mandi: label bebas pewangi, bebas paraben -pengawet di industri kosmetik-, bebas phthalate -senyawa kimia sintetik-, dan produk organik adalah pertanda bagus.

Kita juga dapat melacak daftar bahan untuk mengetahui bahan kimia berbahaya, seperti triclosan, paraben, dan dibutyl phthalate.

Singkirkan tirai kamar mandi vinil — bau tirai kamar mandi baru berasal dari gas beracun. Pilih tirai berbahan dasar katun atau linen.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Kesuburan Pria, Sudah Tahu?

Buang penyegar udara — gunakan penyegar alami (jendela terbuka, soda kue, minyak esensial) sebagai gantinya.

  • Di bagian rumah lainnya

Lupakan karpet sintetis karena bahan ini dapat mengeluarkan bahan kimia berbahaya selama bertahun-tahun.

Jika ingin permadani, pilih material wol atau bahan tanaman seperti rami atau sisal.

Lalu, cegah penumpukan debu. Debu dapat menyerap bahan kimia di udara dan membuatnya tetap berada di dalam rumah.

Sedot karpet, dan lap furnitur, trim, ambang jendela, kipas angin, televisi, dan lain-lain secara berkala. Pastikan jendela terbuka saat kita membersihkannya.

Tinggalkan sepatu di luar rumah. Kita kita memakai sepatu di dalam rumah, maka kotoran akan menyebar.

Kalaupun ingin memakai alas kaki di dalam rumah, pertimbangkan sepasang sepatu khusus di dalam ruangan, atau sandal khusus.

Baca juga: Rutin Jalan Kaki Tingkatkan Kesuburan Wanita

Tak lupa, bersihkan lemari, tinggalkan penggunaan kapur barus, dan jika harus gunakan layanan dry-cleaning pilih yang "ramah lingkungan".

Jika itu tidak memungkinkan, biarkan pakaian di luar atau di garasi sehari sebelum memasukkannya kembali ke dalam lemari.

Terakhir, mulailah usaha untuk mengatakan tidak pada kantong plastik.

 

 

 

 



Sumber ehn.org
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X