Kompas.com - 25/02/2021, 14:25 WIB
Ilustrasi mencuci baju thinkstock/WindzepherIlustrasi mencuci baju

KOMPAS.com - Sejak adanya pandemi Covid-19, sejumlah ahli menyarankan agar pakaian yang dikenakan di luar rumah ditaruh dalam wadah terpisah.

Apalagi untuk pakaian yang dikenakan oleh tenaga kesehatan saat bertugas -atau pekerjaan berisiko tinggi lainnya.

Selain itu, pakaian juga disarankan untuk direndam air hangat dan deterjen sebelum dicuci.

Baca juga: Jika Demam Pasca-vaksinasi Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan?

Alasannya karena pakaian yang dikenakan di luar rumah tergolong infeksius (berpotensi menyebarkan virus). Oleh karenanya, virus harus 'dimatikan' terlebih dahulu.

Namun penelitian baru menemukan, virus corona dapat bertahan di kain seperti baju daln lainnya, selama tiga hari.

Peneliti dari De Montfort University di Leicester, Inggris menemukan, virus paling lama bertahan di kain yang terbuat dari polyester, yakni sekitar 72 jam.

Sedangkan untuk kain yang terbuat dari bahan katun, virus bertahan selama satu hari alias 24 jam.

Lalu, untuk kain dari bahan hyget (campuran katun dan polyester), virus bisa bertahan selama enam jam.

Baca juga: Bolehkah Minum Obat Pereda Nyeri dan Demam Usai Vaksinasi Covid-19

Menurut ahli mikrobiologi dan penulis penelitian Dr. Katie Laird, temuan ini bisa menjadi tanda bahaya bagi tenaga kesehatan karena mereka sering bertemu pasien.

"Jika pakaian tenaga kesehatan tidak sering dicuci, pakaian dapat menularkan virus dari satu pasien ke pasien lain," kata Dr. Laird seperti dikutip New York Post.

"Temuan kami menunjukkan, tiga kain yang paling sering digunakan untuk pakaian tenaga kesehatan memiliki risiko penularan virus,” tambah dia.

Dalam hal sanitasi, peneliti juga menemukan, deterjen dan air hangat baru bisa mematikan virus secara efektif pada kain katun pada suhu 67 derajat Celsius.

Dr. Laird menyebut, tenaga kesehatan harus berganti pakaian saat bertugas sebelum pulang ke rumah. Tak hanya itu, usahakan pakaian jangan dibawa pulang.

Baca juga: Infeksi Covid-19 Ganggu Kualitas Sperma dan Kesuburan, Benarkah?

Sebab masih ada kemungkinan pakaian dapat meninggalkan virus di permukaan lain ketika dibawa pulang.

"Staf rumah sakit harus menahan diri mengenakan seragam hingga ke rumah," ujar Dr. Laird.

"Hasil penelitian memperkuat rekomendasi saya agar semua seragam layanan kesehatan harus dicuci di rumah sakit, atau di binatu industri,” tambah dia.



Sumber NYPost
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X