Kompas.com - 26/02/2021, 04:30 WIB
Ilustrasi sakit kepala saat bangun pagi. SHUTTERSTOCKIlustrasi sakit kepala saat bangun pagi.

Dr Soni mengungkapkan, menurut beberapa penelitian faktor genetik berperan untuk mengembangkan migrain periodik menjadi migrain kronis.

Namun masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungannya.

2. Sakit kepala tegang kronis

Seperti migrain kronis, sakit kepala tegang kronis diawali dengan sakit kepala tegang episodik yang kemudian berkembang.

Beda sakit kepala tegang kronis dengan migrain kronis adalah gejalanya. Jenis sakit kepala ini levelnya ringan hingga sedang.

Sakit kepala tegang kronis walau seperti meremas atau menekan seluruh kepala tidak sampai mengganggu rutinitas sehari-hari.

Beberapa gejala migrain seperti kepekaan terhadap cahaya dan kebisingan, mual, serta muntah tidak terasa pada sakit kepala ini.

3. Sakit kepala pasca-trauma kronis

Sakit kepala pasca-trauma kronis adalah sakit berulang yang terjadi setelah mengalami beberapa jenis trauma kepala seperti gegar otak.

Tapi, mereka yang memiliki riwayat migrain atau sakit kepala tegang juga lebih berisiko mengembangkan pola sakit kepala pasca-trauma kronis.

Baca juga: Mengenal 4 Jenis Sakit Kepala Sebelah, Apa Saja?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X