Apakah Tambalan Amalgam Masih Layak Dipakai?

Kompas.com - 26/02/2021, 08:26 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Selanjutnya, waktu paruh merkuri di otak dapat berlangsung selama beberapa tahun sampai beberapa dekade, dengan demikian merkuri terakumulasi seiring waktu dengan paparan amalgam di tubuh.

Uap merkuri sekitar 10 kali lebih beracun daripada timbal pada sistem saraf pusat manusia dan sinergis dengan tingkat keracunan logam lainnya.

Paparan merkuri dapat menimbulkan kesehatan yang lebih besar pada kelompok orang tertentu, yang mungkin lebih rentan terhadap potensi efek samping yang umumnya terkait dengan merkuri.

Populasi berisiko tinggi ini meliputi: wanita hamil, wanita dalam program kehamilan, wanita menyusui, anak usia kurang dari 6 tahun, pasien dengan riwayat penyakit saraf, gagal ginjal, dan yang memiliki riwayat alergi terhadap merkuri dan logam lainnya.

Baca juga: 12 Penyebab Karies Gigi yang Perlu Diwaspadai

Regulasi di dunia 

Pada tahun 2009, U.S Food and Drug Administration (FDA) mengeluarkan peraturan tentang penggunaan tambalan gigi amalgam, bahwa amalgam kapsul adalah tambalan yang aman dan efektif untuk pasien.

Kemudian pada tahun 2011, komite ilmiah Eropa tentang risiko kesehatan yang muncul dan baru diindentifikasi menyatakan bahwa tidak efek sistemik yang merugikan dalam penggunaan tambalan gigi amalgam.

Pernyataan ini cukup mengejutkan, karena kesimpulan diambil tanpa melibatkan penelitian yang paling penting dalam menganalisa kadar merkuri yaitu toksisitas merkuri, serta penelitian tersebut menggunakan metode yang kurang tepat.

Terakhir, pada tahun 2018, Kanada mengeluarkan laporan mengenai penilaian keefektifan dan keamanan tambalan amalgam untuk membantu para pembuat keputusan dalam menentukan apakah bahan tambalan ini dapat terus digunakan di Kanada atau tidak.

Baca juga: Bagaimana Proses Terjadinya Gigi Berlubang

 

Mereka melakukan penilaian pada tambalan gigi menggunakan bahan amalgam dibandingkan dengan bahan resin komposit (yang sewarna gigi) pada gigi tetap dan sulung. Laporan menyimpulkan bahwa kedua bahan tambalan gigi tersebut efektif dan aman, namun tambalan amalgam lebih murah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X