Kompas.com - 26/02/2021, 14:04 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Pertengkaran dalam rumah tangga adalah hal yang wajar terjadi. Malah ada yang mengatakan pertengkaran dapat mempererat hubungan suami istri.

Tapi di sisi lain, pertengkaran juga bisa membuat rumah tangga berantakan. Untuk mencegah hal ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasangan suami istri.

Menurut psikolog Robyn Landowz, emosi dapat membuat pertengkaran di antara suami istri jadi tidak masuk akal.

Sedangkan menurut ahli komunikasi di Northeastern University, Michael Hoppman, kesalahan dalam penalaran dapat membuat pertengkaran suami istri bertambah parah.

Hal itu terjadi ketika salah satu pihak mengungkapkan argumen atau pendapat yang tidak sesuai konteks. Ini dikenal dengan istilah kesalahan logika.

Salah satu pemicu terjadinya kesalahan logika adalah terbawa emosi saat bertengkar dengan pasangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jangan Pernah Bertengkar di Hadapan Anak, Ini Dampaknya

Untuk mencegah hal tersebut, ada kata-kata yang harus dihindari saat bertengkar. Berikut beberapa contohnya.

1. "Mungkin kita harus mengurung anak."

Setiap orangtua pasti mengkhawatirkan keselamatan anaknya. Namun ada orangtua yang membiarkan anaknya mengeksplorasi banyak hal.

Di sisi lain, ada orangtua yang tidak mengizinkan anaknya melakukan hal baru terutama hal ekstrem. Bisa menjadi masalah apabila di antara kedua orangtua memiliki pandangan berbeda.

Bagi pihak yang mendukung anaknya melakukan apapun, hindari mengucapkan kata-kata seperti, "Anak kita dikurung saja biar tidak kenapa-kenapa," saat pasangan mengungkapkan kekhawatirannya.

Kata-kata tersebut menandakan kekhawatiran pasangan tidak dipedulikan. Lebih baik diskusikan lebih lanjut tentang langkah terbaik untuk menjaga keselamatan anak.

Baca juga: Ketahui Manfaat Membiarkan Anak Bermain

2. "Mengapa kamu tidak membiarkan aku bersenang-senang?"

Pertengkaran mungkin terjadi saat satu pihak melarang pasangannya makan terlalu banyak atau tidur hingga larut malam.

Hal itu memang bisa terasa menjengkelkan karena seolah pasangan terlalu mengatur. Tapi alih-alih bertanya, "Mengapa kamu tidak membiarkan aku bersenang-senang?", coba pikirkan baik-baik.

Pasangan melarang hal tersebut karena hanya ingin menunjukkan perhatiannya. Jadi jangan berikan jawaban seolah pasangan membatasi kebahagiaan.

Baca juga: 10 Fakta Kehidupan Pernikahan, Pasangan Kekasih Wajib Tahu

3. "Kalau kamu terus menghamburkan uang, kita akan kehilangan rumah."

Sikap boros pasangan mungkin terasa sangat menjengkelkan. Namun jangan mengatakan sesuatu yang bisa menyakiti hatinya.

Contoh, "Kalau kamu terus menghamburkan uang, kita akan kehilangan rumah." Kata-kata tersebut dapat memicu pertengkaran.

Lebih baik diskusikan kepada pasangan tentang cara mengatur uang dan pengeluaran. Temukan solusi terbaik secara bersama-sama.

Baca juga: Agar Tak Canggung Membahas Masalah Keuangan dengan Pasangan

4. “Percayalah padaku. Aku tahu tentang ini."

Tidak mau menerima masukan bisa menjadi pemicu pertengkaran. Walaupun merasa menguasai satu hal, hindari kata-kata, "Percayalah padaku. Aku tahu tentang hal ini."

Mengucapkan kata-kata tersebut dapat membuat pasangan merasa tidak dihargai dan tidak dipercaya.

5. "Aku kira kita sudah punya solusi untuk masalah itu."

Dalam rumah tangga, tidak menutup kemungkinan masalah yang sama akan terjadi berulang. Tapi bisa jadi cara penyelesaiannya berbeda.

Jadi, kalau pasangan mengajak berdiskusi kembali tentang solusi tekait masalah yang sama, hindari kata-kata, "Aku kira kita sudah punya solusi untuk masalah itu."

Tidak ada salahnya untuk kembali mendiskusikan masalah dan mencari jalan kuar terbaik.

Baca juga: 6 Alasan Utama Pasangan Memutuskan Bercerai

6. “Jadi aku tidak boleh bermain ponsel?"

Pasangan mungkin akan menegur saat Anda sedang bermain ponsel. Mungkin rasanya menjengkelkan, tapi jangan ucapkan, "Jadi aku tidak boleh bermain ponsel?"

Sebab bisa saja pasangan menegur karena Anda sudah terlalu lama bermain ponsel hingga dirinya merasa tidak diperhatikan.

Ubah kebiasaan

Secara perlahan, ubahlah kebiasaan untuk mengungkapkan kata-kata yang salah dan tidak sesuai logika ketika bertengkar dengan pasangan.

Cobalah untuk lebih mendengarkan, berbicara dengan ramah, dan mengakui kesalahan. Langkah ini membuat pertengkaran di antara suami istri memberi dampak positif.

Pasangan bisa lebih saling mengerti satu sama lain saat sedang berargumen. Selain itu, suami dan istri dapat menemukan solusi-solusi terbaik dari permasalahan yang ada.

Baca juga: 5 Kata yang Bikin Komunikasi dengan Pasangan Memburuk

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Fatherly
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.