Kompas.com - 28/02/2021, 16:58 WIB
Jintan hitam atau habbatusauda. SHUTTERSTOCKJintan hitam atau habbatusauda.

KOMPAS.com -  Jintan hitam (black seed) atau yang lebih dikenal dengan habbatussauda adalah tumbuhan berbunga kecil yang tumbuh di Asia Barat Daya, Timur Tengah, dan Eropa Selatan.

Tanaman dengan nama latin Nigella sativa ini adalah jenis tanaman semak ini yang juga menghasilkan buah dengan biji hitam kecil.

Jintan hitam punya banyak sekali nama lain, termasuk habbatussauda, nigella, bunga adas, atau ketumbar Romawi.

Minyak jintan hitam diekstrak dari biji N. sativa dan telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama lebih dari 2.000 tahun karena banyak manfaat terapeutiknya, seperti untuk pengobatan asma dan membantu penurunan berat badan.

Baca juga: Kabar Gembira, Minyak Jintan Hitam Bantu Turunkan Berat Badan

Jika dioleskan, maka minyak habbatussauda juga memberi manfaat pada kulit dan rambut.
Minyak jintan hitam memiliki sejarah penggunaan yang panjang sejak lebih dari 2000 tahun. Bahkan, menurut beberapa sumber, ditemukan di makam Raja Tut.

Bahan alami ini digunakan oleh beberapa orang untuk pengobatan asma, diabetes, hipertensi, penurunan berat badan, dan kondisi lainnya.

Salah satu komponen utamanya adalah thymoquinone, senyawa dengan sifat antioksidan. Ada bukti ilmiah yang mendukung beberapa manfaat kesehatan dari habbatussauda.

Namun, bukan berarti tanaman herbal ini cocok untuk semua orang, ada juga efek samping habbatussauda yang perlu diwaspadai.

Biasanya akan ada reaksi setelah minum habbatussauda, dan jika reaksinya cukup parah, maka sebaiknya konsumsi tanaman herbal ini dihentikan terlebih dahulu atau mengikuti anjuran dokter.

Baca juga: Resep Teh Herbal 4 Bahan, Cocok Diminum Habis Makan Banyak Daging

Efek Samping

Secara umum, saat digunakan dalam jumlah kecil untuk memasak, minyak jintan hitam kemungkinan besar aman bagi kebanyakan orang.

Namun, ada juga beberapa efek samping habbatussauda yang perlu diwaspadai:

Ilustrasi biji-bijianpeangdao Ilustrasi biji-bijian

1. Mual
Secara umum, penggunaan jangka pendek obat herbal ini selama 3 bulan atau kurang belum dikaitkan dengan efek samping yang serius.

Namun, dalam satu penelitian dari Journal of Pharmacopuncture, mengonsumsi 1 sendok teh (5 mL) minyak jintan hitam per hari selama 8 minggu memang memberikan efek samping habbatussauda yang menyebabkan mual dan kembung pada beberapa peserta.

Jika mual dan kembung berlanjut, maka sebaiknya diskusikan dengan dokter, apakah perlu melanjutkan konsumsi tanaman herbal ini atau tidak.

Baca juga: Seduhan Herbal untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

2. Bisa bereaksi dengan obat lain
Salah satu kekhawatiran akan efek samping habbatussauda setelah dikonsumsi adalah interaksinya dengan obat tertentu.

Minyak jintan hitam dapat memperlambat pembekuan darah dan meningkatkan risiko pendarahan.

Jika Anda mengalami gangguan pendarahan atau sedang mengonsumsi obat yang memengaruhi pembekuan darah, hindari mengonsumsi minyak jintan hitam.

Selain itu, berhenti minum minyak jintan hitam setidaknya dua minggu sebelum operasi yang dijadwalkan.

Mungkin juga minyak jintan hitam dapat berinteraksi dengan banyak obat umum, seperti beta-blocker. Mengutip laporan dari Drug and Metabolism Letter, ada beberapa obat-obatan umum yang dapat terpengaruh termasuk warfarin dan beta-blocker seperti metoprolol.

Untuk alasan ini dan lainnya, pastikan untuk berbicara dengan dokter jika Anda hendak mengonsumsi minyak jintan hitam. Selain itu, kita juga tidak boleh menunda atau menghindari pengobatan konvensional.

Baca juga: Gratis, 6 Obat Mujarab untuk Hidup Lebih Sehat, Sudah Coba?

3. Membahayakan ginjal
Ada juga kekhawatiran bahwa mengonsumsi terlalu banyak minyak jintan hitam dapat membahayakan ginjal sebagai efek samping habbatussauda.

Dalam satu kasus yang dilaporkan di Journal of Integrative Medicine, seorang wanita dengan diabetes tipe 2 dirawat di rumah sakit karena gagal ginjal akut setelah mengonsumsi 2–2,5 gram kapsul habbatussauda setiap hari selama 6 hari.

Namun, penelitian lain belum menunjukkan efek negatif pada kesehatan ginjal. Faktanya, beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa minyak jintan hitam memiliki efek perlindungan pada fungsi ginjal.

Jadi, jika Anda memiliki masalah ginjal saat ini, disarankan untuk berbicara dengan dokter sebelum mengonsumsi habbatussauda.

4. Membahayakan kehamilan
Karena penelitian yang terbatas, wanita yang sedang hamil atau menyusui juga sebaiknya menghindari penggunaan minyak habbatussauda, kecuali dalam jumlah sedikit sebagai penyedap masakan sesekali.

Dikhawatirkan, efek samping habbatussauda bila dikonsumsi malah membahayakan kehamilan. Secara keseluruhan, diperlukan lebih banyak penelitian tentang keamanan minyak jintan hitam pada manusia, terutama untuk penggunaan jangka panjang.

Baca juga: Haruskah Berhenti Minum Kopi Selama Kehamilan?

Cara aman mengonsumsi

Sebagai suplemen, habbatussauda dapat dikonsumsi dalam bentuk pil atau cairan. Minyak juga bisa digunakan secara topikal pada kulit dan rambut.

Jika membeli minyak jintan hitam dalam bentuk cair, disarankan untuk memilih produk berkualitas tinggi yang tidak mengandung bahan tambahan supaya tidak ada reaksi setelah minum habbatussauda ini.

Efek samping habbatussauda juga bisa dicegah dengan memastikan Anda membeli produk yang sudah terjamin keamanannya, atau sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Habbatussauda memiliki rasa yang kuat yaitu sedikit pahit dan pedas, sehingga ia sering dibandingkan dengan jintan atau oregano. Akibatnya, jika mengonsumsi minyak jintan hitam sebagai cairan, Anda perlu mencampurkannya dengan bahan lain yang memiliki rasa kuat, seperti madu atau jus lemon.

Baca juga: 6 Cara Konsumsi Cuka Apel yang Malah Bahaya bagi Kesehatan

Rekomendasi dosis

Sama seperti tanaman lain, meskipun minyak habbatussauda memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan dan ada efek samping habbatussauda, minyak ini tidak menggantikan obat apa pun yang saat ini sedang konsumsi.

Penting juga untuk diingat bahwa semua suplemen makanan tidak akan bekerja seperti obat atau menyembuhkan penyakit tertentu atau untuk meringankan gejala penyakit.

Selain itu, saat ini tidak ada cukup bukti untuk menetapkan dosis yang direkomendasikan. Oleh karena itu, penting untuk berbicara dengan dokter sebelum menggunakannya agar menghindari risiko dari efek samping habbatussauda yang dapat merugikan tubuh.

Bergantung pada tujuan penggunaan, jumlah minyak jintan hitam yang telah dipelajari sangat bervariasi. Misalnya, pada penderita asma, mengonsumsi 1 mg kapsul minyak habbatussauda setiap hari selama 4 bulan terbukti aman dan efektif sebagai pengobatan tambahan.

Baca juga: 8 Jenis Bahan Herbal yang Dapat Membantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Di sisi lain, dalam penurunan berat badan dan penurunan kadar gula darah, penelitian telah menunjukkan dosis yang lebih tinggi yaitu 2-3 gram minyak jintan hitam per hari selama 8-12 minggu untuk menjadi yang paling efektif.

Suplemen habbatussauda kini tersedia secara luas untuk dibeli secara online, minyak jintan hitam juga dijual di banyak toko makanan alami dan di toko yang mengkhususkan diri pada suplemen makanan.

Bacalah label dengan cermat untuk memastikan bahwa bahan lain belum ditambahkan ke produk yang dipilih.

Meskipun menggunakan habbatussauda dalam jumlah kecil untuk memasak bisa menjadi cara nikmat, namun uji klinis skala besar diperlukan sebelum minyak dapat direkomendasikan sebagai pengobatan untuk kondisi apa pun, untuk anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.

Artikel ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Parenting.Orami.co.id

 



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X