Kompas.com - 01/03/2021, 15:51 WIB
. VIA Louis Vuitton .

Tak hanya itu, pada keterangan di bagian yang sama dengan jelas (sempat) dituliskan, desain bergaris dari pakaian itu terinspirasi dari bendera kebangsaan Jamaika.

Baca juga: Cerita Sweater Penuh Boneka dari Louis Vuitton, Seharga Rp 115 Juta

Setelah muncul keributan di dunia maya, deskripsi produk tersebut lalu dikoreksi dengan mengganti kata "bendera" menjadi "warisan budaya".

Namun akhirnya, setelah bertubi-tubi muncul gelombang komentar, LV memutuskan untuk menarik produk tersebut dari situs dagang LV, sambil meminta maaf.

“Kami mohon maaf atas kesalahan yang dibuat dalam deskripsi situs web kami, dan kami telah memperbaikinya."

"Sweater koleksi pria musim semi-musim panas 2021, dengan warna hijau, kuning dan merah, warna bendera Ethiopia, untuk menghormati kemerdekaan Afrika."

Baca juga: Koleksi Cowok Louis Vuitton Pinjam Gaya Anak-anak, Begini Jadinya...

"Termasuk penghormatan terhadap budaya Ghana, di mana desainer kami Virgil Abloh berasal," tulis pihak LV.

Namun, kekeliruan telah telanjur terjadi, dan krisis merek memang bisa dialami oleh perusahaan mana pun, terlepas dari skala bisnisnya.

Kendati demikian, Louis Vuitton pasti mengambil hikmah dari kesalahan ini. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X