Kompas.com - 01/03/2021, 18:27 WIB
Ilustrasi timbangan, berat badan naik. SHUTTERSTOCK/DMYTRO ZINKEVYCHIlustrasi timbangan, berat badan naik.

6. Telah mencapai titik stabil

Jika penurunan berat badan terhenti tanpa alasan yang jelas, maka ada kemungkinan telah mencapai titik stabil.

Contoh, di tahap awal program penurunan berat badan, jumlah kalori harian dikurangi dari 2.000 kalori menjadi 1.500 kalori.

Baca juga: Berat Badan Naik Secara Tiba-tiba, Kok Bisa?

Hal itu dapat membantu menurunkan berat badan. Namun lama-kelamaan proses metabolisme mulai terbiasa dengan jumlah kalori tersebut.

Dengan begitu, proses pembakaran kalori tidak sebanyak dulu. Untuk mengatasi kondisi ini, intensitas olahraga perlu ditingkatkan sehingga jumlah kalori yang dibakar lebih banyak.

Namun bila belum bisa meningkatkan intensitas olahraga, pilihan lainnya adalah kembali melakukan defisit kalori.

7. Minum terlalu banyak alkohol

Alkohol merupakan minuman padat energi yang artinya tinggi kalori. Hal ini turut berkontribusi terhadap penurunan berat badan.

Suatu studi besar tahun 2018 menemukan, orang yang minum alkohol kehilangan berat badan lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak minum atau mengurangi konsumsi alkohol.

Baca juga: 12 Rencana Diet Harian untuk Turunkan Berat Badan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X