Kompas.com - 02/03/2021, 11:32 WIB
Ilustrasi anjing shutterstockIlustrasi anjing
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sama halnya dengan manusia, anjing juga dapat mengembangkan reaksi alergi terhadap makanannya.

Reaksi alergi anjing terhadap suatu bahan makanan dapat membuat sistem kekebalannya melepaskan antibodi untuk melawan zat yang tidak diinginkan dan menimbulkan gejala tertentu.

Menurut Adam P. Patterson, DVM, Diplomate American College of Veterinary Dermatology, sekitar 20 persen anjing akan mengembangkan reaksi terhadap makanan yang menyebabkan kulit gatal.

Sementara itu, 40 persen akan menunjukkan tanda-tanda alergi sebelum berusia satu tahun.

Jenis-jenis anjing seperti german shepherd, labrador retriever, dan west highland white terrier cenderung paling sering terkena alergi.

Meski demikian, alergi dapat berkembang pada anak anjing mana pun yang memiliki ras murni atau lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayangnya, tidak ada cara untuk memprediksi respons alergi terhadap bahan makanan atau kudapan anjing.

Tetapi, memperhatikan perilaku anjing adalah petunjuk penting untuk mengungkap dan mengatasi masalah yang dihadapi.

Perlu diketahui juga, bahwa anjing dapat mengalami alergi musiman atau alergi terhadap lingkungan.

Terlepas dari itu, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter hewan untuk membuat rencana perawatan.

Baca juga: Bukan Hanya Sakit, Ini Alasan Anjing Sering Gemetar

Gejala umum alergi yang perlu diperhatikan

Ilustrasi anjing menggarukshutterstock Ilustrasi anjing menggaruk
Deteksi bisa jadi rumit karena tanda-tanda alergi makanan tumpang tindih dengan tanda-tanda alergi musiman atau lingkungan.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam mengenali anjing alergi terhadap makanannya.

1. Gatal-gatal

Semua anjing menggaruk tubuhnya sendiri. Tetapi rasa gatal terkait alergi akan membuat anjing menggaruk tidak henti-hentinya dan terjadi hampir konstan.

Diplomate of the American College of Veterinary Dermatology, Natalie Theus, DVM, MS menjelaskan tanda-tanda alergi pada anjing.

Menurut dia, tanda paling umum adalah gatal-gatal yang dapat bermanifestasi sebagai menggosok, menjilat, menggaruk, dan menggigit area tubuh yang berbeda.

"Anjing mungkin merasakan gatal di area perianal (ujung belakang), cakar, di sekitar mulut, ketiak, atau selangkangan," terangnya.

2. Terdapat hot spot

Jika kita melihat anjing menggigit satu area di tubuhnya begitu sering dan parah, bisa jadi di situ adalah area hot spot yang tampak seperti luka.

"Area hot spot merupakan serangan bakteri fokal dan lembap yang tiba-tiba karena gangguan trauma diri (self-trauma)," kata Patterson.

Jika terlalu lama dibiarkan, hot spot tersebut dapat menyebabkan infeksi kulit.

Jadi, pastikan untuk bertanya kepada dokter hewan bagaimana cara mengobatinya dan tanyakan tentang alergi potensial.

3. Infeksi telinga

Ada perbedaan antara infeksi telinga yang kadang-kadang bisa didapat anjing dari berenang dan infeksi terus-menerus karena alergi makanan.

"Saluran telinga bisa meradang akibat alergi peradangan di kulit," jelas Theus.

"Ini akan menyebabkan pertumbuhan berlebih dari mikroorganisme normal (jamur, bakteri) yang hidup di saluran telinga," sambung dia.

Pertumbuhan jamur atau bakteri yang berlebihan membuat anjing sering menggaruk telinganya, kepala gemetar yang tidak biasa, kotoran telinga yang berlebihan, atau keluarnya cairan dari telinga.

Baca juga: 4 Alasan yang Bikin Anjing Menjilat Secara Berlebihan

Cara untuk menanganinya

Jika kita mencurigai anjing peliharaan memiliki alergi, mengubah merek makanan atau rasa saja tidak cukup. Langkah terbaik adalah membuat janji dengan dokter hewan.

Patterson menjelaskan, tes standar untuk mendiagnosis alergi makanan adalah uji coba diet eliminasi selama beberapa minggu.

Selama waktu ini, dokter hewan akan bekerja sama dengan kita untuk menghilangkan secara bertahap dan kemudian memperkenalkan kembali bahan-bahan yang dapat menyebabkan iritasi.

Terlepas dari mitos yang diterima secara luas, biji-bijian tidak selalu menjadi penyebab utama alergi makanan hewan.

Sebaliknya, protein hewani seperti daging sapi atau ayam bersama dengan susu dan telur bisa menjadi penyebabnya.

Ingatlah, bahwa hanya makanan yang disetujui dokter hewan yang dapat diberikan kepada anjing peliharaan selama waktu ini.

Paparan makanan yang tidak diizinkan secara tidak sengaja dapat mengganggu penyelidikan. Jadi, penting untuk semua anggota rumah tangga ikut serta dalam uji coba ini.

Baca juga: 5 Makanan dan Minuman Beracun yang Tidak Boleh Diberikan pada Anjing

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BHG
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.