Kompas.com - 03/03/2021, 06:58 WIB
Ilustrasi sakit maag. SHUTTERSTOCKIlustrasi sakit maag.

KOMPAS.com - Sakit mag adalah peradangan akibat luka yang terjadi pada lapisan lambung atau usus dua belas jari.

Penyakit ini kerap dianggap sepele karena pada banyak kasus bisa sembuh sendiri.

Padahal, jika dibiarkan tanpa pengobatan, gejala mag kronis bisa menjadi masalah kesehatan menahun atau bisa semakin parah.

Baca juga: Sakit Maag Bisa Sebabkan Kematian, Benarkah?

Lalu, bagaimana agar sakit mag tak mudah kambuh?

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroentero hepatologi, Dr dr Nella Suhuyanly SpPD-KGEH, sakit mag sebetulnya tidak bisa disembuhkan secara total.

Namun, sakit mag bisa dikelola agar tidak bolak-balik kambuh. Setidaknya, ada tiga hal penting yang bisa dilakukan, yakni:

1. Menjaga pola makan

Usahakan untuk lebih sering makan, tetapi dalam porsi kecil.

Selain itu, pilihlah makanan yang lunak. Sekalipun makanan sudah terlalu lunak, jangan langsung menelannya. Anda harus tetap mengunyahnya.

Sebab, kata Nella, ketika proses mengunyah, lambung sebetulnya sudah mulai siap untuk mengolah makanan.

"Jadi pada saat mengunyah, enzimnya sudah mulai bekerja. Tapi kalau langsung ditelan, tidak ada enzimnya. Itu yang bikin perut jadi enggak enak, makanannya seperti enggak dicerna."

Demikian diungkapkan oleh Nella dalam Instagram Live bersama Eka Hospital BSD, Selasa (2/3/2021).

Selain itu, biasakan beri jarak antara makan malam dengan tidur setidaknya dua jam.

Semakin berat jenis makanan yang dikonsumsi, maka penting untuk memberi jeda lebih panjang antara makan dan tidur.

Menjaga untuk selalu tidur cukup juga dapat berperan dalam menjaga agar sakit mag tak mudah kambuh.

Baca juga: Ini 6 Makanan untuk Penderita Maag yang Aman Dikonsumsi

2. Mengelola stres

Stres memang tak terhindarkan, namun usahakan untuk mengelolannya dengan baik.

Jika stres dapat dikelola dengan baik, maka dampak buruk stres terhadap tubuh juga dapat diminimalisasi.

"Tapi, pada saat tidak bisa me-manage stres, otomatis akan menjadi beban."

"Kadang pada pasien lambung karena ada refluks tengah malam, mereka jadi kesulitan tidur segala macam dan itu bikin kasusnya tambah parah," papar Nella.

Baca juga: Sakit Maag Sejak Kecil, Shareefa Daanish Bolak-balik Masuk IGD

3. Memeriksa bakteri Helicobacter pylori

Nella menjelaskan, Helicobacter pylori membantu produksi asam lambung.

Sehingga, jika bakteri tersebut hidup dalam lambung, produksi asam lambung akan selalu meningkat.

Oleh karena itu, Nella kerap meminta para pasien untuk mengecek bakteri Helicobacter pylori dalam tubuh mereka ketika memiliki keluhan lambung.

"Kalau bakteri itu negatif, berarti (penyebabnya) faktor makanan atau faktor stres. Kalau ada, berarti harus diberi obat-obatan," ucapnya.

Baca juga: Waspadai Gejala Maag Kronis agar Tak Berujung pada Penyakit Serius



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X