Kompas.com - 03/03/2021, 16:08 WIB
Ilustrasi Spotify Christian Hartmann / ReutersIlustrasi Spotify
|
Editor Wisnubrata

Hal ini juga membuat para penggemar secara global kecewa. Beberapa mulai bersuara di media sosial untuk memprotes langkah tersebut dan bahkan ada yang membatalkan keanggotaan Spotify premium.

Banyak musisi yang bekerja keras untuk mengembalikan lagu-lagunya di platform melalui kesepakatan distribusi baru. Beberapa musik Epik High, misalnya, sudah kembali ke Spotify pada 2 Maret.

Para penggemar mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan kembali kebiasaan untuk mendapatkan musik-musik favorit dengan membeli secara fisik atau digital.

Namun, ada pula kekhawatiran langkah tersebut dapat menyebabkan kebangkitan unduhan ilegal di kalangan penggemar K-pop secara global.

Ini adalah tren umum sebelum munculnya Spotify dan Apple Music sebagai platform streaming internasional yang populer untuk diakses oleh penggemar di luar Korea Selatan.

Baca juga: Korean Wave dalam K-Pop dan K-Drama, Apakah Kamu Korbannya?

Baik Spotify maupun Kakao M saling menyalahkan atas hilangnya akses musik dan menyatakan tidak bertanggung jawab atas hilangnya pendapatan musisi yang terkena dampaknya.

"Kami telah bekerja sama dengan Kakao M selama satu setengah tahun terakhir untuk memperbarui perjanjian lisensi global," terang pihak Spotify.

"Namun, kami belum mencapai kesepakatan global baru untuk musisi di bawah naungan Kakao M. Kami berharap gangguan ini bersifat sementara dan dapat segera terselesaikan," lanjutnya.

Dalam sebuah pernyataan, Kakao M mengaku telah mendiskusikan perjanjian lisensi untuk pasar Korea Selatan, selain perjanjian lisensi global yang sudah ada dengan Spotify.

Karena perjanjian lisensi global Kakao M dengan Spotify hampir kedaluwarsa pada 28 Februari 2021, Kakao M telah meminta Spotify untuk memisahkan kedua perjanjian tersebut sehingga perjanjian global dapat diperbarui.

"Namun, Spotify saat ini meminta perjanjian lisensi yang mencakup pasar global dan domestik  yang memperpanjang diskusi kami. Sementara itu, perjanjian lisensi global Kakao M sebelumnya dengan Spotify telah berakhir," jelasnya.

Diskusi tersebut dikatakan akan terus berlanjut, tetapi tidak ada perusahaan yang berusaha mengatasi hilangnya pendapatan yang disebabkan oleh penarikan lagu dari platform tersebut.

Baca juga: Mengapa Grup K-Pop Punya Banyak Anggota?

Halaman:


Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X