Kompas.com - 04/03/2021, 07:14 WIB

KOMPAS.com - Pola diet yang dijalani aktris Tya Ariestya ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah satu poin yang mengundang pro dan kontra di kalangan warganet adalah sayur-sayuran yang disebut bisa menghambat penurunan berat badan.

Pola diet tersebut pun tidak menyertakan sayur di dalamnya, meskipun Tya tetap mengonsumsi buah.

Lalu, benarkah sayur bisa menghambat penurunan berat badan?

"Tidak ada. Semua sayur pada dasarnya sehat," ungkap dr Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK kepada Kompas.com, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Ramai di Medsos, Ini 5 Hal yang Disorot dari Diet Tya Ariestya

Raissa menambahkan, sayur adalah sumber serat, vitamin dan mineral yang sangat baik bagi tubuh.

Konsumsi sayur-sayuran juga memiliki banyak manfaat, sekaligus berperan untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Misalnya, selulosa yang merupakan bagian utama dari dinding sel tumbuh-tumbuhan atau sayur dapat memberi bentuk pada feses dan membantu gerakan peristaltik usus.

Kondisi itu pada akhirnya dapat membantu proses buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit atau konstipasi.

Kebanyakan sayuran juga memiliki kalori yang sangat rendah sehingga sangat baik untuk orang yang sedang diet.

"Jika kekurangan sayuran maka berisiko terkena berbagai penyakit seperti kanker usus besar, infeksi usus dan juga penyakit metabolik," ungkap dokter yang berpraktik di MMC Hospital dan RSPI Puri Indah itu.

Baca juga: 12 Jus Sayur yang Bisa Membantu Diet, Sudahkah Kamu Mencobanya?

Namun, cara pengolahan sayur-sayuran juga perlu menjadi perhatian penting. Sebab, pengolahan yang tidak tepat bisa membuat nutrisinya hilang.

"Untuk menjaga nutrisi dalam sayuran sebaiknya jagalah waktu, suhu dan air saat memasak," kata Raissa.

Suhu masak yang terlalu tinggi, misalnya, membuat semakin banyak nutrisi sayuran yang hilang.

Hindari pula memakai terlalu banyak air untuk memasak sayur, terutama untuk sayuran dengan vitamin larut air.

"Metode masak yang paling baik adalah dengan cara dikukus," ungkapnya.

Lalu, apakah bisa buah-buahan menggantikan peran sayuran pada orang-orang yang tak suka sayur seperti Tya?

Sayangnya, hal itu tidak bisa dilakukan.

Raissa kemudian menyebut pedoman Isi Piringku yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Pedoman tersebut menyertakan sayur dan buah sebagai sumber nutrisi yang perlu dikonsumsi setiap hari.

"Tidak bisa (buah menggantikan peran sayur) karena semuanya memiliki peran tersendiri."

"Dari Isi Piringku yang disarankan Kemenkes, setiap hari diperlukan konsumsi buah dan sayur, dengan jumlah setengah dari piring makan berisi buah dan sayuran," papar Raissa.

Baca juga: Jaga Kekebalan Tubuh dengan Asupan Buah dan Sayur

Ilustrasi makanan sehat berdasarkan proporsi Isi Piringku.Dr dr Tan Shot Yen, M.Hum Ilustrasi makanan sehat berdasarkan proporsi Isi Piringku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.