Kompas.com - 04/03/2021, 14:44 WIB
Joe Hebert berpose dengan koleksi terbatas Air Jordan VIA manofmany.comJoe Hebert berpose dengan koleksi terbatas Air Jordan

Tak tanggung-tanggung, Joe lalu dikabarkan memanfaatkan aksesnya tersebut dengan membanderol harga jauh di atas harta retail untuk tiap item yang dijualnya.

Namun belakangan ulahnya terendus. Aksi curangnya untuk mendapatkan stok sepatu pun terbongkar.  

Dalam Bloomberg itu diulas tentang bagaimana dia menjadikan koleksi Nike dan Yeezy sebagai ladang bisnis yang menggiurkan.

Joe menggunakan bot yang menjadi kontroversi itu untuk memborong sepatu dari dua brand tersebut.

Sementara, Nike biasa menggunakan aplikasi SNKRS Nike untuk menjual koleksi langka dan paling dicari, agar para konsumen bisa mengakses dengan fair.

Aplikasi ini diluncurkan untuk merespons keluhan konsumen tentang adanya bot yang dipakai reseller tiap kali ada penjualan produk secara online.

Para sneakershead tentu saja merasa dicurangi, termasuk oleh ulah Joe, yang belakangan diketahui sebagai anak dari petinggi Nike.

Baca juga: Nike React Escape Run, Karena Wanita Ingin Berlari dengan Nyaman

Apalagi, Ann Hebert dikenal sebagai pejabat yang memprakarsai lahirnya aplikasi SNKRS Nike.

Bloomberg menyebutkan, Joe diperkirakan mendapatkan keuntungan hingga 20.000 dollar AS, atau hampir setara dengan Rp 268 juta dalam perilisan Yeezy terakhir.

Nike bukan tak tahu dengan bisnis yang dijalankan oleh putra Ann.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X