Kompas.com - 04/03/2021, 14:44 WIB
Joe Hebert berpose dengan koleksi terbatas Air Jordan VIA manofmany.comJoe Hebert berpose dengan koleksi terbatas Air Jordan

KOMPAS.com - Jalur "orang dalam" seringkali menjadi jalan pintas untuk mempermudah berbagai urusan, atau pun mendapatkan berbagai hal -bahkan dengan cara curang.

Hal ini pula yang dimanfaatkan Joe Hebert, pemilik online shop Westcoast Streetwear yang berjualan lewat platform Instagram.

Joe Hebert adalah putra dari Ann Hebert, Vice President Nike yang berjualan sepatu langka keluaran Nike dengan cara tak etis.

Baca juga: Keren, Nike Air Max 1 x Clot, Sneaker Refleksi Beraksen Transparan

Perempuan itu lalu mengundurkan diri tak lama setelah Bloomberg Businessweek menerbitkan pemberitaan tentang anaknya tersebut. 

Selama ini, lapak Westcoast Streetwear dikenal sebagai salah satu penjual sneaker terbesar di wilayah Amerika Utara.

Bisnis remaja 19 tahun ini difokuskan pada penjualan sneaker Nike langka atau rilisan terbaru edisi khusus. Padahal, biasanya varian semacam ini ludes dalam waktu sekejap setelah dirilis ke pasaran.

Tak heran jika para sneakerhead rela membeli dengan harga yang menjadi lebih tinggi di pasar reseller.

Meski tak banyak yang tahu bagaimana cara Joe bisa mendapatkan koleksi-koleksi langka untuk tokonya, namun yang pasti dagangannya selalu laris manis. 

Terlebih lagi lewat akun Instagram, dia selalu mampu memamerkan stoknya yang banyak.

Baca juga: Cuma Ada 2 di Dunia, Sepatu Nike Spesial Obama Dilelang Rp 350 Juta

Joe Hebert bersama koleksi sneaker Air Jordan 1VIA manofmany.com Joe Hebert bersama koleksi sneaker Air Jordan 1
Kondisi itulah yang lalu mengundang tanda tanya. Sebab, biasanya pabrikan selalu membatasi pembelian konsumen untuk rilisan spesial.

Tak tanggung-tanggung, Joe lalu dikabarkan memanfaatkan aksesnya tersebut dengan membanderol harga jauh di atas harta retail untuk tiap item yang dijualnya.

Namun belakangan ulahnya terendus. Aksi curangnya untuk mendapatkan stok sepatu pun terbongkar.  

Dalam Bloomberg itu diulas tentang bagaimana dia menjadikan koleksi Nike dan Yeezy sebagai ladang bisnis yang menggiurkan.

Joe menggunakan bot yang menjadi kontroversi itu untuk memborong sepatu dari dua brand tersebut.

Sementara, Nike biasa menggunakan aplikasi SNKRS Nike untuk menjual koleksi langka dan paling dicari, agar para konsumen bisa mengakses dengan fair.

Aplikasi ini diluncurkan untuk merespons keluhan konsumen tentang adanya bot yang dipakai reseller tiap kali ada penjualan produk secara online.

Para sneakershead tentu saja merasa dicurangi, termasuk oleh ulah Joe, yang belakangan diketahui sebagai anak dari petinggi Nike.

Baca juga: Nike React Escape Run, Karena Wanita Ingin Berlari dengan Nyaman

Apalagi, Ann Hebert dikenal sebagai pejabat yang memprakarsai lahirnya aplikasi SNKRS Nike.

Bloomberg menyebutkan, Joe diperkirakan mendapatkan keuntungan hingga 20.000 dollar AS, atau hampir setara dengan Rp 268 juta dalam perilisan Yeezy terakhir.

Nike bukan tak tahu dengan bisnis yang dijalankan oleh putra Ann.

Sebab, sebelumnya Jurubicara Nike mengatakan kepada Bloomberg, Ann membeberkan informasi tentang bisnis anaknya pada tahun 2018.

Kala itu, tidak ada pelanggaran kebijakan perusahaan, dan keterkaitan dengan Ann atas bisnis tersebut.

Baca juga: 10 Sneakers yang Lebih Mahal dari Mobil

Namun, kisah itu mulai terurai dan mengarah pada keterlibatan Ann Hebert, ketika Nike mengeluarkan siaran pers yang mengumumkan muncurnya Ann dari jabatan.

Puncaknya terjadi ketika diketahui kartu kredit korporat dari American Express atas nama Ann, dipakai untuk memborong Yeezy senilai 132.000 dollar AS, atau sekitar Rp 1,88 miliar.

Belum lagi enam pasang sneaker super langka Nike Air Mags, yang harganya mencapai lebih dari 60.000 dollar AS atau setara Rp 856 juta per pasang.

Baca juga: Seorang Pria Temukan Enam Sepatu Langka Nike MAG di Gudang

Sepatu itu menjadi koleksi langka menyusul kemunculannya di kaki Marty McFly dalam film legendaris Back to the Future Part II.

Sepatu-sepatu yang dulu diberitakan ditemukan di unit penyimpanan kedaluwarsa Nike pada pada Januari 2020, ternyata ada di tangan Joe Hebert.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X