Kompas.com - 04/03/2021, 20:48 WIB
Grey-headed Lovebird shutterstockGrey-headed Lovebird
|
Editor Wisnubrata

Mengenai bercak merah dan paruh, Red-faced jantan memiliki warna yang jauh lebih kaya.

Paruh betina pucat dan terdapat bercak-bercak lebih kecil yang tidak terlalu mencolok dibandingkan paruh jantan.

Spesies ini bisa dibilang memiliki jumlah terbesar dari semua jenis lovebird yang membentang di Afrika tengah. Dari Sierra Leone ke Ethiopia, sejauh utara Mali dan Cad, hingga ke selatan sejauh Kenya dan Angola.

9. Grey-headed Lovebird (Agapornis cana)

Ini adalah satu-satunya spesies lovebird asli Madagaskar dan bukan dari daratan benua Afrika. Sehingga, dikenal juga sebagai Madagascar Lovebird.

Bersama dengan Lilian’s Lovebird, spesies ini menjadi lovebird terkecil dengan panjang hanya 13 cm.

Baik jantan maupun betina sama-sama memiliki punggung yang lebih gelap dan bagian bawah hijau muda.

Grey-headed jantan memiliki kepala dan dada bagian atas yang berwarna abu-abu, sesuai dengan namanya.

Sedangkan yang betina memiliki pola warna yang sama di kepalanya dengan bagian tubuh lainnya.

Spesies ini secara alami sangat pemalu, yang membuatnya tidak cocok sebagai hewan peliharaan.

Selain itu, spesies ini juga enggan untuk berkembang biak di penangkaran dan sangat langka sebagai hewan peliharaan.

Baca juga: Tertarik Memelihara Lovebird? Ketahui Dulu 3 Hal Ini

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X