Kompas.com - 08/03/2021, 05:36 WIB
Ratusan buruh perempuan melakukan aksi di Sekitaran Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Rabu (8/3/2017). Mereka memperingati Hari Perempuan Internasional dengan menyuarakan hak buruh yang belum terpenuhi. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGRatusan buruh perempuan melakukan aksi di Sekitaran Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Rabu (8/3/2017). Mereka memperingati Hari Perempuan Internasional dengan menyuarakan hak buruh yang belum terpenuhi.

KOMPAS.com - Setiap tahunnya, 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional.

Dijelaskan dalam laman International Women's Day, momen ini didedikasikan secara global untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan.

Perayaan ini sudah berlangsung lebih dari satu abad, dengan perayaan pertama diadakan pada 1911.

Hari Perempuan Internasional adalah salah satu hari terpenting sepanjang tahun karena tentunya juga merupakan momen untuk mendorong kembali kesetaraan gender.

Nah, berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang Hari Perempuan Internasional:

Bagaimana sejarahnya sampai 8 Maret jadi Hari Perempuan Internasional?

Jadi, gerakan ini awalnya tumbuh dari gerakan buruh yang kemudian jadi acara tahunan yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut BBC, pada 1908 ada sebanyak 15.000 wanita berbaris di New York City dan menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik dan hak untuk memilih.

Setahun kemudian, hari Perempuan Nasional dideklarasikan oleh Partai Sosialis Amerika.

Lalu, ide untuk membuat perayaan internasional datang dari seorang wanita bernama Clara Zetkin.

Clara menyarankan ide tersebut lewat Konferensi Internasional Wanita Pekerja di Kopenhagen pada 1910.

Di konferensi tersebut ada 100 wanita dari 17 negara. Mereka menyetujui saran itu dan dengan suara yang bulat pula.

Seperti yang sudah disebutkan, perayaan Hari Perempuan Internasional pertama adalah pada 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss

Tapi, perayaan ini baru diresmikan pada 1975 ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai ikut merayakannya.

Oh ya, tema pertama yang diadopsi oleh PBB pada tahun 1996 untuk perayaan ini adalah "Merayakan masa lalu, Merencanakan Masa Depan".

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Bagaimana Sejarahnya

Kenapa tanggalnya 8 Maret?

Ide Hari Perempuan Internasional, yang awalnya dicetuskan Clara, sebetulnya tidak punya tanggal pasti.

Menurut situs UNESCO, PBB mulai merayakan Hari Perempuan Internasional pertama pada 8 Maret, yang didasarkan pada pergolakan demonstran perempuan Rusia yang terjadi 8 Maret 1917.

Diberitakan Kompas.com, Rusia berada dalam kondisi hampir hancur ketika Perang Dunia I dan menyebabkan tekanan yang tak tertahankan pada ekonomi yang sudah lemah di negara itu.

Perempuan Rusia memulai aksi turun ke jalan pada 8 Maret 1917. Mereka bergabung dengan orang-orang yang bekerja di pabrik-pabrik.

Sekitar 100.000 perempuan turun ke jalan-jalan di Saint Petersburg (dulu Petrograd).

Mereka menuntut Pemerintah Rusia di bawah kepimpinanan Tsar Nicholas II agar memberi makan anak-anak dan mengakhiri Perang Dunia I.

Mereka juga melakukan pemogokan dan membawa slogan-slogan yang menuntut untuk diakhirinya dinasti Romanov yang memerintah Rusia sejak 1613.

Tak hanya perempuan saja yang ikut, para lelaki juga tampil dalam demonstrasi ini. Protes damai pada beberapa tempat akhirnya berubah menjadi kerusuhan.

Bentrokan antara demonstran dengan pasukan Tsar mulai terjadi dan meyebabkan korban berjatuhan. Kelak, kerusuhan ini memicu Revolusi Februari semakin besar yang berdampak pada Tsar Nicholas II turun tahta pada 15 Maret 1917.

Tanggal gerakan tersebut pada kalender Julius adalah Minggu 23 Februari.

Tapi, tanggal tersebut dalam kalender Gregorian adalah 8 Maret dan itulah mengapa Hari Perempuan Internasional dirayakan setiap tanggal tersebut.

Baca juga: Demonstrasi di Rusia, Cikal Bakal Lahirnya Hari Perempuan Internasional

Siapa saja sih yang boleh mendukung gerakan ini?

Hari Perempuan Internasional tidak bicara tentang negara, kelompok atau organisasi secara spesifik.

Selain itu, juga tidak ada pemerintah, LSM, badan amal, perusahaan, institusi akademis, jaringan perempuan, atau bahkan pusat media, yang bertanggung jawab atas perayaan ini.

Hari yang spesial ini adalah milik semua kelompok kolektif di mana pun.

Jadi, buatlah Hari Perempuan Internasional ini sebagai harimu juga dan lakukan apa saja yang bisa kamu lakukan untuk memberikan perubahan positif bagi perempuan.

Baca juga: Hari Perempuan Sedunia, Sadar Kesehatan Reproduksi dan Hak Perempuan

Apakah Hari Perempuan Internasional identik dengan warna tertentu?

Ungu, hijau dan putih adalah warna-warna Hari Perempuan Internasional.

Ungu melambangkan keadilan dan martabat, hijau melambangkan harapan dan putih mewakili kemurnian.

Warna-warna ini berasal dari Serikat Sosial dan Politik Wanita (WSPU) di Inggris pada tahun 1908.

Baca juga: 8 Penyanyi Wanita Akan Gelar Konser Virtual di Hari Perempuan Sedunia

Seperti apa perayaannya?

Setiap negara punya cara berbeda-beda untuk merayakan momen ini.

Di Rusia, misalnya, penjualan bunga biasanya berlipat ganda sekitar tiga hingga empat hari jelang 8 Maret.

Lalu, di China, banyak perempuan diberi "hadiah" kerja setengah hari pada 8 Maret, meskipun ini pada akhirnya tidak diterapkan oleh semua.

Sementara di Amerika Serikat, Maret dianggap sebagai bulan bersejarah bagi perempuan. Presiden setiap tahunnya mengeluarkan pemberitahuan resmi untuk menghormati pencapaian para perempuan Amerika.

Tapi, perayaan tahun ini mungkin agak berbeda akibat pandemi Covid-19. Jadi, kemungkinan akan lebih banyak acara virtual yang diselenggarakan di beberapa negara, termasuk oleh PBB.

Mungkin juga di sekitarmu sudah ada yang menyebarkan agenda virtual untuk merayakan momen ini. Sudah mengeceknya?

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Grab Berbagi Kisah Inspiratif dari Single Mother

Jadi, kita harus ngapain untuk ikut merayakannya?

Sebetulnya kita tidak melulu harus melakukan hal-hal yang besar dan ribet, kok.

Organisasi amal dari Inggris, Girlguiding, misalnya, mengatakan bahwa memperingati Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret bisa dilakukan oleh setiap perempuan bahkan dengan cara sederhana seperti merasa nyaman atas dirinya sendiri, sekaligus saling merayakan.

Misalnya, kamu bisa mengingat kembali siapa sih figur perempuan yang paling kamu idolakan.

Jika itu ibumu, kamu bisa memberinya hadiah di hari yang spesial ini atau memberikan ucapan lewat video dan mengunggahnya ke media sosial.

Jika itu adalah figur terkenal, tak ada salahnya mengunggah foto orang tersebut di media sosialmu dan menjelaskan lewat kolom deskripsi mengapa dia jadi sosok perempuan yang inspiratif bagimu.

Menyertakan warna ungu ke dalam busana yang kamu pakai di 8 Maret juga bisa jadi cara lain untuk ikut merayakan Hari Perempuan Internasional karena warna tersebut sangat identik dengan perayaan ini.

Lebih jauh, kamu bisa mencari gerakan atau kampanye Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan di lingkungan sekitarmu dan ikut berpartisipasi.

Tapi, momen ini bahkan bisa dirayakan dengan cara sederhana seperti jadi diri sendiri.

Sebab, menurut Girlguiding, 30 persen anak perempuan dan perempuan muda ternyata tidak bahagia dengan tampilan dirinya di platform online, seperti yang mereka harapkan.

Itu didapatkan dari survei perilaku yang mereka lakukan pada 2.000 perempuan.

Cara lainnya, kamu bisa menjadikan hari ini sebagai momen refleksi dan mengingatkan kembali diri sendiri akan kekuatan yang kamu miliki dan hal-hal baik yang dilihat orang lain dari dirimu.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional: Aksi Jutaan Wanita Mogok Kerja

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X