Kompas.com - 08/03/2021, 11:20 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

KOMPAS.com - Jika rambut sering disebut sebagai mahkota bagi para perempuan, berewok pada pria juga kerap dipercaya bisa menunjukkan identitas tertentu.

Kesan jantan, macho, dan bahkan dewasa serta berwibawa, dipercaya oleh tak sedikit lelaki, dapat diperoleh dengan menyuburkan bulu-bulu di wajah mereka. 

Meski sebenarnya -tentu saja, berewok tak bisa membantu seorang pria untuk menjadi benar-benar menjadi dewasa dan berwibawa, tanpa aspek lain dalam kepribadiannya.  

Baca juga: Jenggot, Tanda Fisik Lelaki yang Perkasa di Ranjang, Percaya?

Kendati demikian, toh banyak pria yang lantas menumbuhkan berewok dengan berbagai alasan tentu saja.

Sayangnya, untuk urusan bulu-bulu di wajah ini tak berlaku sama pada semua pria. Sama halnya dengan rambut, kesuburan janggut, kumis, dan cambang berbeda pada setiap lelaki.

Bahkan bagi beberapa pria, menumbuhkan janggut bisa menjadi perkara yang nyaris mustahil.

Lalu, banyak orang yang secara keliru percaya bahwa mencukur membuat bulu wajah tumbuh lebih lebat.

Pada kenyataannya, mencukur tidak memengaruhi akar rambut di bawah kulit, dan tidak memengaruhi cara bulu untuk tumbuh.

Baca juga: Tips Agar Janggut Tumbuh Lebih Lebat dan Keren

Kesalahpahaman umum lainnya adalah bahwa mereka yang memiliki janggut lebih tebal memiliki lebih banyak testosteron daripada mereka yang berjanggut lebih tipis.

Meskipun testosteron memang berperan dalam pertumbuhan rambut wajah, testosteron rendah jarang menjadi penyebab pertumbuhan rambut wajah yang jarang.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas lima alasan yang paling mungkin soal mengapa pria mengalami masalah dalam menumbuhkan berewok.

1. Genetika

Ketebalan janggut terutama ditentukan oleh faktor genetis.

Jika ayah dan kakek kamu memiliki janggut tebal, maka kemungkinan besar kamu juga bisa menumbuhkan janggut yang lebat.

Androgen adalah sekelompok hormon di balik sifat maskulin seperti suara yang berat, dan kemampuan menumbuhkan rambut di wajah.

Enzim dalam tubuh yang disebut 5-alpha reductase mengubah hormon androgen testosteron menjadi hormon lain yang disebut dihidrotestosteron (DHT).

Baca juga: Bagi Pria, Cucilah Berewok Anda 2 Hari Sekali

Ketika DHT berikatan dengan reseptor pada folikel rambut, DHT akan merangsang pertumbuhan rambut di wajah.

Namun, kekuatan pengaruhnya juga ditentukan oleh kepekaan folikel rambut terhadap DHT. Nah, sensitivitas ini sangat ditentukan oleh faktor genetis tadi.

2. Umur

Pria sering kali mengalami peningkatan cakupan bulu wajah hingga sekitar usia 30 tahun.

Jika kamu masih berusia awal 20-an atau remaja, kemungkinan jenggotmu akan terus menebal seiring bertambahnya usia. Tunggu saja...

3. Etnis

Faktor etnis dapat memengaruhi pertumbuhan rambut di wajah.

Orang-orang dari negara Mediterania cenderung lebih bisa menumbuhkan janggut lebat dibandingkan dengan orang dari daerah lain.

Menurut sebuah penelitian di tahun 2016, pria China umumnya memiliki pertumbuhan rambut wajah yang lebih sedikit daripada pria Kaukasia.

Baca juga: Awas, Jenggot Pria Bisa Menyimpan Banyak Kuman

Pertumbuhan rambut wajah pada pria China cenderung terkonsentrasi di sekitar mulut. Sedangkan pria Kaukasia cenderung memiliki lebih banyak rambut di pipi, leher, dan dagu.

Menurut penelitian yang sama, diameter rambut manusia dapat bervariasi dari 17-180 mikrometer, yang dapat menjadi faktor penyebab ketebalan jenggot.

Rambut yang lebih tebal menghasilkan janggut yang tampak lebih penuh.

4. Alopecia areata

Alopecia areata adalah kondisi autoimun di mana tubuh menyerang folikel rambut. Kondisi ini dapat menyebabkan rambut di kepala dan juga janggut rontok.

Tidak ada obat untuk alopecia areata, tetapi dokter biasanya dapat merekomendasikan beberapa pilihan pengobatan yang meliputi:

Minoxidil (Rogaine), dithranol (Dritho-Scalp), krim corticosteroid, topical immunotherapy, suntikan steroid, pil cortisone, dan oral immunosuppressant, serta phototherapy.

5. Kadar testosteron rendah

Dalam beberapa kasus, testosteron rendah mungkin menjadi penyebab pertumbuhan berewok yang tak subur.

Baca juga: Janggut Pria Lebih Kotor dari Toilet, Apa Iya?

Orang dengan tingkat testosteron yang sangat rendah hampir tidak memiliki rambut wajah.

Kecuali jika kadar testosteron kamu rendah secara klinis, hal itu mungkin tidak memengaruhi pertumbuhan rambut di wajah.

Jika kamu memang memiliki kadar testosteron rendah, kamu mungkin juga akan mengalami gejala lain. 

Misalnya, dorongan seks rendah, disfungsi ereksi, kelelahan, kesulitan membangun otot, peningkatan lemak tubuh, lekas marah, dan perubahan suasana hati.



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X