Kompas.com - 09/03/2021, 20:26 WIB
Editor Wisnubrata

“Indonesia sebagai salah satu penghasil sumber daya alam terbesar di Asia Tenggara, menjadi potensi bagi pengembangan phyto-chemical yang dapat diperoleh dari variasi vegetatif yang ditawarkan oleh negeri ini," ujar Cheong Min-Kyoung, Presiden Direktur dari PT Cosmax Indonesia.

"Phyto-chemical juga dinilai akan menjadi populer di tahun ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat, natural, dan clean beauty,” tambahnya.

Sayuran atau buah-buahan yang berwarna ungu seperti blueberry, terong, dan lainnya kaya akan bahan kimia alami antosianin yang dapat mencegah kerusakan akibat radikal bebas di dalam tubuh.

Tumbuh-tumbuhan berwarna kuning dan oranye seperti labu dan wortel, juga mengandung Beta-Karoten yang dapat diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh, memainkan peran positif pada kulit setara dengan senyawa kimiawi seperti retinol.

Sayuran hijau seperti brokoli banyak mengandung klorofil, yang membantu meregenerasi sel dan bertindak sebagai penangkal alami zat berbahaya.

Sementara Allicin, salah satu bahan kimia alamiah yang dikenal sebagai agen anti bakteri paling kuat di antara phyto-chemical, dapat ditemukan dalam sayuran putih.

Senyawa yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan ini disebut sebagai keajaiban kimiawi dalam bahan-bahan alami, dan dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan berbagai produk skincare dan makeup layaknya senyawa kimia buatan.

Baca juga: Kosmetik Vegan Sudah Diproduksi di Indonesia

PT Cosmax Indonesia sendiri sebagai pembuat kosmetik berbagai merek, termasuk beberapa merek Korea, saat ini mengembangkan banyak produk dengan komposisi phyto-chemical, sesuai dengan tren yang mengarah ke penggunaan bahan alami dari tanaman.

Dengan menggunakan berbagai ekstrak tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian, PT Cosmax Indonesia berharap dapat berinovasi dengan berbagai merk produk kecantikan lokal dalam memanfaatkan keajaiban alami dari phytochemical.

Industri kosmetik Vegan sendiri diperkirakan akan tumbuh mencapai 20,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 156 triliun pada tahun 2025, menurut Grand View Research.

Dengan tren ini, sepertinya kita tidak lagi hanya memikirkan apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita, tetapi juga apa yang pakai di kulit kita. Setuju?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.