Kompas.com - 10/03/2021, 12:20 WIB
Ilustrasi buah naga. PEXELS/LOVEFOOD ARTIlustrasi buah naga.

KOMPAS.com - Pilihan makanan punya peran penting terhadap kesuksesan diet seseorang.

Rajin mengonsumsi buah juga bisa bermanfaat untuk membantu mencapai target berat badan yang diinginkan.

Buah bisa dijadikan camilan siap saji yang dapat menggantikan camilan-camilan tidak sehat, seperti kue, donat, kentang goreng, atau makanan tidak sehat lainnya.

Beberapa jenis buah terbilang rendah kalori dan tinggi serat, sehingga bisa membuat kita kenyang lebih lama. Salah satunya adalah buah naga.

Tapi, apa alasannya buah naga cocok dijadikan camilan diet?

Baca juga: Buah Naga: Kandungan Nutrisi, Manfaat, Risiko, dan Cara Pengolahannya

Melansir Everyday Health, sebelumnya perlu juga dipahami bahwa tidak ada "makanan ajaib" yang bisa membakar lemak dengan cepat demi mendapatkan tubuh langsing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi, pilihan menu makanan yang tepat bisa membantu kita lebih cepat mendapatkan hasil yang diinginkan sekaligus memiliki gaya hidup yang lebih sehat.

Berikut alasan mengapa buah naga cocok dijadikan camilan diet:

Rendah kalori

Menurut WebMD, sekitar 170 gram buah naga hanya mengandung sekitar 102 kalori.

Sebagai gambaran, laman SehatQ menyebutkan, kalori satu porsi mi instan (70 gram) adalah sekitar 370 kalori, sementara kalori nasi putih dengan berat yang sama adalah 91 kalori.

Menghitung asupan kalori harian sangat penting dalam usaha penurunan berat badan. Sebelumnya, kamu juga perlu mencari tahu bagaimana menghitung kebutuhan kalori harian itu sendiri.

Baca juga: Jangan Asal Diet Rendah Kalori, Ini Bahayanya

Tinggi serat

Buah naga bebas lemak dan tinggi serat. Buah ini cocok menjadi camilan sehat karena bisa membuat kita merasa kenyang di antara waktu makan.

Kondisi ini akan membuat kita cenderung tidak mencari-cari makanan tidak sehat untuk memenuhi keinginan ngemil.

Selain itu, kandungan serat dalam buah naga juga sangat berguna untuk sistem pencernaan.

Serat pangan (dietary fiber) mampu memperpendek transit time atau waktu yang dibutuhkan makanan sejak masuk dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan melalui feses.

Sementara itu, serat pangan akan mengikat zat-zat karsinogenik. Berkat transit time yang pendek inilah, lama zat karsinogenik berada dalam tubuh juga menjadi semakin pendek, sehingga kesempatan zat tersebut membahayakan tubuh juga semakin kecil.

Baca juga: Tingkatkan Konsumsi Serat untuk Turunkan Kolesterol

Alternatif penyajian buah naga potong yang disajikan bersama buah lain.PEXELS/ANNA TARAZEVICH Alternatif penyajian buah naga potong yang disajikan bersama buah lain.
Selain membantu mempercepat penurunan berat badan, buah naga juga memberikan banyak manfaat kesehatan lainnya dan bisa membantu melepas dahaga.

Sebab, buah ini ternyata mengandung kadar air yang cukup tinggi, mencapai sekitar 90 persen dari berat buah.

Buah naga biasa dikonsumsi sebagai buah potong, baik sendiri maupun dipadukan dengan jenis buah lainnya. Tapi, kamu juga bisa mengolahnya menjadi menu yang lebih kreatif, seperti menjadi jus, smoothie, atau menu unik lainnya.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 6 Manfaat Buah Naga untuk Kecantikan Kulit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.