Kompas.com - 10/03/2021, 12:54 WIB
Pelari Kenya Eliud Kipchoge melewati garis finish dalam upaya memecahkan rekor marathon di bawah 2 jam pada 12 Oktober 2019 di Vienna.  Dengan catatan waktu 1jam 59 menit 40.2 detik, juara Olympiade itu menjadi orang pertama yang menyelesaikan marathon di bawah dua jam dengan kondisi yang diatur dan menggunakan sepatu berteknologi dari Nike. (Photo by ALEX HALADA / AFP) ALEX HALADAPelari Kenya Eliud Kipchoge melewati garis finish dalam upaya memecahkan rekor marathon di bawah 2 jam pada 12 Oktober 2019 di Vienna. Dengan catatan waktu 1jam 59 menit 40.2 detik, juara Olympiade itu menjadi orang pertama yang menyelesaikan marathon di bawah dua jam dengan kondisi yang diatur dan menggunakan sepatu berteknologi dari Nike. (Photo by ALEX HALADA / AFP)
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Di tahun 1960-an, olahraga lari jarak jauh (endurance) mengalami revolusi.

Ketika itu, para pelari jarak jauh mulai mencatatkan waktu yang lebih cepat di trek sintetis, dan memecahkan banyak rekor dunia.

Sekarang ini, revolusi lain juga terjadi, di mana "sepatu super" untuk meningkatkan kemungkinan pemecahan rekor baru dalam olahraga lari jarak jauh sedang dikembangkan.

Teknologi sepatu untuk berlari di jalan raya (road running) diperkenalkan pada tahun 2016 dan untuk berlari di lintasan lari (track running) tiga tahun kemudian

Hampir semua rekor di dunia endurance running, baik itu lari 5K maupun maraton, sudah dipecahkan sejak hadirnya sepatu modern tersebut.

Akibatnya, timbul berbagai opini di dunia atletik. Sebagian berpandangan sepatu lari dengan teknologi tinggi adalah bentuk ketidakadilan bagi pelari lain.

Sementara, sebagian lain menyebut sepatu lari seperti itu merupakan lompatan teknologi tak terhindarkan yang bisa dimanfaatkan oleh pelari jarak jauh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian dalam biomekanik olahraga membantu mengembangkan teknologi yang dihadirkan ke dalam sepatu lari. Ini membuat seorang pelari bisa mendapatkan tolakan tenaga lebih besar saat berlari.

Karena hal itu, sepatu lari "super" dianggap menodai rekor lama yang sudah dibuat tanpa bantuan teknologi.

Beberapa rekor yang bertahan selama beberapa dekade itu akhirnya dipecahkan berkat hadirnya sepatu yang bisa "membantu" seorang atlet.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.