Kompas.com - 10/03/2021, 12:54 WIB
|
Editor Wisnubrata

Namun, tidak ada salahnya memandang kecanggihan teknologi sebagai inovasi peningkatan performa olahraga.

Baca juga: Inikah Sepatu Lari Nike Tercepat?

Sepatu lari Nike

Pada maraton Olimpiade 2016, dua peraih medali putra berhasil naik podium dengan sepatu yang sama.

Kedua pelari tersebut menggunakan sepatu purwarupa Nike, yang di kemudian hari dirilis dengan nama "Nike Vaporfly 4%". Saat ini, Vaporfly 4% banyak dikenakan oleh para pelari jalanan elit.

Kemudian, di tahun 2019, teknologi sepatu super serupa "merambah" trek atletik.

Sejumlah atlet yang disponsori Nike mengenakan sepatu purwarupa track spikes dari merek Swoosh, dan berlari dalam waktu yang sangat cepat.

Peningkatan performa yang diberikan oleh kedua jenis sepatu itu dihasilkan dengan mengurangi usaha atau energi atlet untuk berlari pada kecepatan tertentu.

Nike Vaporfly yang dipakai kedua atlet di Olimpiade 2016 meningkatkan efisiensi lari sekitar empat persen jika dibandingkan sepatu maraton biasa, karena itu Nike memberikan embel-embel "4%".

Apabila digambarkan, peningkatan yang diberikan Vaporfly tersebut dalam performa lari sekitar 2-3 persen.

Sejak kemunculan Vaporfly di tahun 2016, catatan waktu dari 50 pelari maraton pria meningkat rata-rata sebesar dua persen.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.