Kompas.com - 10/03/2021, 17:22 WIB
Vaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 gelombang II di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/2/2021). Pada vaksinasi gelombang kedua yang diprioritaskan kepada petugas pelayanan publik Pemprov Jateng (Aparatur Sipil Negara), TNI, Polri, pejabat BUMD, wartawan hingga atlet itu, Pemprov Jateng menargetkan minimal 1.000 penerima vaksin dalam satu hari. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww. ANTARA FOTO/AJI STYAWANVaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 gelombang II di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/2/2021). Pada vaksinasi gelombang kedua yang diprioritaskan kepada petugas pelayanan publik Pemprov Jateng (Aparatur Sipil Negara), TNI, Polri, pejabat BUMD, wartawan hingga atlet itu, Pemprov Jateng menargetkan minimal 1.000 penerima vaksin dalam satu hari. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.

Studi lainnya menemukan bahwa antara tahun 1990 dan 2016, dari semua reaksi anafilaksis orang dewasa terhadap vaksin, 80 persennya terjadi pada perempuan.

"Secara umum, perempuan menunjukkan lebih banyak reaksi terhadap berbagai vaksin," ungkap petugas medis di Kantor Keamanan Imunisasi CDC, Julianne Gee.

Vaksin yang dimaksud termasuk vaksin influenza yang diberikan kepada orang dewasa, serta beberapa vaksin yang diberikan pada masa bayi, seperti vaksin hepatitis B dan campak, gondok dan rubella (M.M.R.).

 

Namun, ini sebetulnya bukanlah temuan yang merugikan buat perempuan. Sebab, efek samping yang dialami biasanya ringan dan singkat.

Selain itu, reaksi fisik juga merupakan tanda bahwa vaksin bekerja. Meskipun, tidak ada gejala tak lantas dapat diartikan vaksin tidak bekerja.

Baca juga: Tidak Ada Efek Samping Setelah Terima Vaksin Covid-19, Tanda Sistem Kekebalan Tidak Bekerja?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tubuh kita meningkatkan respons kekebalan yang sangat kuat (setelah divaksin) dan sebagai hasilnya kita kemungkinan besar akan terlindungi," kata Dr. Klein.

Untuk diketahui, baik Moderna maupun Pfizer bukanlah jenis vaksin yang sudah didistribusikan ke masyarakat Indonesia saat ini.

Namun, Pfizer adalah salah satu merek vaksin yang nantinya berpeluang digunakan di Indonesia, sehingga hasil studi ini cukup relevan untuk diketahui masyarakat Indonesia.

Selain itu, hasil ini juga ternyata konsisten dengan hasil dari vaksin-vaksin terdahulu, selain vaksin Covid-19.

Untuk itu, ada kecenderungan hasil yang sama juga ditemukan pada penerima vaksin Covid-19, meskipun belum ada penelitian serupa yang membuktikannya.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.