Kompas.com - 11/03/2021, 15:49 WIB
Ilustrasi susu. FREEPIK/JCOMPIlustrasi susu.

BCM-7 memiliki karakteristik seperti opioid atau morfin yang dapat mengakibatkan efek jangka panjang bagi kesehatan.

Apabila BCM-7 masuk ke dalam sistem peredaran darah dan mengalir ke organ tubuh yang memiliki reseptor mu-opioid lalu menempel, maka BCM-7 dapat merusak organ.

Organ yang terpengaruh antara lain jantung, paru-paru, pankreas, ginjal, dan otak.

BCM-7 juga merupakan salah satu faktor pemicu risiko penyakit jantung, diabetes tipe 1, berbagai kondisi pernapasan, serta dapat berpengaruh pada kesehatan psikologis dan mental.

"BCM-7 juga dapat menyebabkan peradangan di dalam sistem pencernaan manusia. Senyawa ini dapat memperlambat jalannya makanan," kata Woodford.

Baca juga: Mengapa Kita Butuh Lemak Susu

Kondisi itu meningkatkan kemungkinan fermentasi laktosa (gula susu) yang menyebabkan kembung, sakit perut, mual, dan rasa tidak nyaman pada perut atau biasa dikenal dengan intoleransi laktosa.

Solusi untuk mengurangi risiko kesehatan karena BCM-7 adalah mengurangi konsumsi susu sapi biasa (A1) dan menggantinya dengan susu sapi A2.

Susu sapi A2 mengandung beta-kasein A2 yang lebih mudah dicerna oleh tubuh manusia.

"Konsumsi susu sapi A2 membuat pencernaan nyaman. Banyak orang terkejut karena rasa tidak nyaman ketika minum susu sapi A1 tidak terjadi saat minum susu sapi A2," ujar Woodford.

Susu sapi A2 juga memiliki kebaikan untuk kekebalan tubuh manusia.

Susu ini memproduksi konsentrat protein secara alami yang dapat meningkatkan glutathione intraseluler yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.

"Dalam kasus yang saya temui, minum susu sapi A2 juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Jadi susu sapi A2 memiliki manfaat jangka pendek dan jangka panjang bagi kesehatan," pungkas Woodford.

Baca juga: Perjalanan Panjang Segelas Susu Segar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.