Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/03/2021, 11:17 WIB

KOMPAS.com - Satu hal yang cukup mencuri perhatian khalayak dalam wawancara Meghan Markle dan Pangeran Harry bersama Oprah Winfrey adalah fakta bahwa Meghan juga menghadapi masalah kesehatan mental selama tinggal di istana.

Banyak orang mengatakan bahwa kisah Meghan tersebut mirip dengan pengalaman yang pernah diuraikan oleh Putri Diana pada 26 tahun yang lalu.

Di tahun 1995, Diana melakukan sebuah wawancara khusus dengan Martin Bashir untuk BBC Panorama.

Dia menceritakan masalah kesehatan mentalnya, mulai dari gangguan makan, pemikiran melukai diri sendiri, hingga bagaimana disinformasi media digunakan untuk merusak reputasinya di mata publik.

Selama dua jam wawancara yang disiarkan stasiun televisi CBS, Meghan mengungkapkan dirinya juga mengalami penurunan kesehatan mental yang menyebabkan pikiran untuk bunuh diri.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Akan Selidiki Orang yang Berkomentar soal Warna Kulit Anak Meghan Markle

Menurut dia, itu merupakan dampak dari rasisme, dinamika hidup di lingkungan keluarga kerajaan, serta hubungan yang kurang baik dengan media di Inggris.

Meghan juga memberi tahu Oprah bahwa dia mencari bantuan dari teman Diana yang dapat memahami situasinya yang unik tersebut.

"Salah satu orang yang saya hubungi adalah sahabat ibu suami saya, sahabat terbaik Diana," katanya kepada Oprah.

Dalam wawancara itu, Harry pun mengakui kesamaan antara pengalaman Meghan dengan mendiang ibu. Ketakutan terbesarnya adalah sejarah dapat terulang kembali yang mengacu pada kematian Diana di tahun 1997.

Meghan dan Diana sama-sama membagikan perasaan kesepian setelah pernikahan mereka mengundang perhatian media yang meningkat secara drastis.

Baca juga: Pro-kontra Respons Warga Inggris soal Blak-blakannya Meghan dan Pangeran Harry

Meskipun beberapa kali melakukan perjalanan ke luar istana, sorotan media membuat kedua wanita itu merasa terisolasi dan tidak memiliki kehidupan sosial yang baik seperti sebelumnya.

.Harpo Productions / Joe Pugliese REPRO BIDIK LAYAR VIA cbsnews.com .

Bahkan saat mengandung anak pertamanya Archie, Meghan sudah sering berpikiran untuk mengakhiri hidupnya karena pemberitaan negatif media yang datang bertubi-tubi.

"Saya malu mengatakannya pada saat itu dan malu harus mengakuinya kepada Harry. Tetapi saya tahu, jika saya tidak mengatakannya maka saya akan melakukannya lagi," terangnya.

Sama seperti Meghan, Diana juga memberi tahu Bashir bahwa masa kehamilannya yang sulit menyebabkan perasaan depresi pasca melahirkan dan sangat memengaruhi pola makannya.

"Saya menderita bulimia selama beberapa tahun dan itu seperti penyakit rahasia," ujar Diana.

Baca juga: Inikah Pesan Tersembunyi di Balik Gaun Meghan Markle dalam Wawancara Oprah?

"Saya melakukannya karena harga diri sedang surut dan tidak berpikir kalau saya layak atau berharga," sambung dia.

Baik Meghan dan Diana tidak merasa didukung oleh keluarga kerajaan atas persoalan kesehatan mental mereka yang serius itu.

Dia mengaku sempat mendatangi departemen sumber daya manusia keluarga kerajaan dan meminta bantuan, namun ditolak karena sifat pangkatnya.

Permasalahan mental yang dialami oleh ibu dan istrinya itu kemudian memengaruhi Harry untuk terus menjadi pelindung badan amal Heads Together.

Saat ini dia juga bekerja sama dengan Oprah dalam serangkaian film dokumenter untuk Apple yang berpusat pada kesehatan mental, serta kebugaran.

Baca juga: Segera Punya Bayi Perempuan, Pangeran Harry Ungkap Perasaannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.