Kompas.com - 14/03/2021, 21:00 WIB
Ilustrasi kucing belang tiga atau calico. PIXABAY/HEUNGSOONIlustrasi kucing belang tiga atau calico.

KOMPAS.com - Kucing dikenal suka memeluk pemiliknya sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dan bahkan menandakan kenyamanan.

Namun, ketika berbicara tentang kucing yang menyuarakan perasaannya dengan sesama kucing, itu sedikit lebih sulit untuk diuraikan.

Baca juga: 5 Cara Rumahan yang Ampuh Membasmi Kutu Kucing

"Saya merasa ini adalah isyarat (seperti mengeong) yang paling sering terlihat pada kucing yang telah bersosialisasi dengan kucing lain, hewan peliharaan, atau dengan manusia."

Demikian penjelasan Dr. Yolanda A. Markley, DVM, dokter hewan rekanan di Rumah Sakit Hewan Banfield.

"Kucing dapat mengalami berbagai interaksi di mana dia mampu menentukan apa yang membuatnya nyaman dan apa tidak nyaman," lanjut dia.

Medical Director of Behavior Vets di New York, Dr Andrea Y. Tu, DVM, menjelaskan, apabila kita ingin kucing-kucing di rumah lebih banyak berkomunikasi, yang terbaik adalah mempermudah prosesnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Inilah Alasan Kucing Suka Menggaruk dan Cara Mencegahnya

Misalnya, dengan membiasakan aroma satu sama lain atau memperkenalkan kucing melalui pembatas untuk membangun kesamaan.

Jika kita hanya ingin tahu apa arti sinyal komunikasi kucing ketika melihatnya berinteraksi, maka harus terus memantaunya.

Nah, berikut ini ada beberapa isyarat yang umum digunakan oleh kucing-kucing dalam berkomunikasi dan memberi tahu perasaannya.

1. Mengeong

Dokter Tu mengungkapkan, kucing dewasa biasanya tidak berkomunikasi dalam spektrum pendengaran yang bisa kita dengar, atau berada dalam spektrum ultrasonik.

Meskipun kucing menggunakan kode diam ini antara satu sama lain, kucing, terutama anaknya juga mengeong untuk berkomunikasi.

"Anak kucing akan mengeong kepada induknya dan ketika kita melihat bagaimana kucing menggunakan isyarat verbal untuk berkomunikasi satu sama lain."

"Itu seperti hubungan ibu-anak dengan mengeong yang berasal dari anak itu," ungkap dia.

Namun, mengeong tidak disalahartikan sebagai kicau seperti burung yang dapat digunakan untuk menyapa sesama hewan peliharaan.

Baca juga: 8 Penyebab Kucing Terus Mengeong

Dia mencatat, kucing menggunakan suara mengeong ini juga untuk mencari mangsa.

2. Mendesis

Mendesis akan menjadi isyarat verbal, kucing merasa terganggu, ketakutan, atau tidak nyaman.

Selain itu, komunikasi ini juga dapat berfungsi sebagai cara untuk membuat batasan antarkucing.

Dokter Tu menambahkan, desisan kucing mencoba menakut-nakuti sesuatu karena dia sendiri sangat takut atau sedang meminta jarak yang lebih jauh.

Sering kali, kucing akan menggeram sebelum mendesis sebagai cara untuk membuat dirinya didengar dan kemudian menaikkan desisan untuk menunjukkan bahwa dia takut.

Baca juga: 6 Tips Membersihkan Telinga Kucing dengan Aman

3. Mendengkur

Dokter Markley menjelaskan, mendengkur adalah tanda bagi kucing merasa nyaman, disayang, dan rileks.

Tanda ini juga sering digunakan oleh anak kucing untuk membantunya mengomunikasikan kebutuhannya dengan induk kucing.

4. Mata lembut

Mata lembut berarti kucing bahagia. Dokter Tu menyebutkan, kedipan perlahan adalah tanda kenyamanan di sekitar kucing lain.

Namun, kucing yang menghindari kontak mata sama sekali mungkin menunjukkan kepada orang lain, dia merasa agak cemas.

Selain itu, pupil yang melebar sebagian memiliki arti yang sama.

Pupil kucing sering kali membesar untuk tujuan berburu, terutama jika hari gelap dan memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke mata, sehingga dapat memindai suatu area sebelum menjadi redup.

Baca juga: Cara Kenali Mood Kucing dari Posisi Daun Telinganya

5. Menguleni

Saat kita melihat kucing memijat di dekat kucing lain, ini juga pertanda baik.

Dokter Markley menjelaskan, gerakan menguleni sesuatu dengan cakarnya berarti memiliki tanda kalau kucing sedang bahagia dan rileks.

Kucing memancarkan emosi yang sama saat menggosokkan kepala atau tubuhnya ke kucing lain.

6. Bahasa tubuh yang kaku

Telinga yang keluar ke samping dan didorong ke belakang hingga rata di kepala adalah telinga kucing yang sangat ketakutan.

Bahasa tubuh yang kaku, terutama di bagian punggung dan bahu juga merupakan indikator rasa takut pada kucing lain.

"Kita bisa membayangkan gambaran kucing Halloween yang khas, di mana punggungnya melengkung, kakinya berjongkok di bawah tubuh, dan siap untuk berlari," ujar Dr Tu.

Baca juga: Ingin Pelihara Kucing Jalanan? Perhatikan Dulu 5 Hal Ini

Perhatikan juga ekor kucing. Ekor yang bergerak cepat biasanya berarti tanda kucing ketakutan dan merasa cemas.

Sementara ekor yang terangkat tinggi di atas tubuh, hampir melengkung ke depan ke arah kepala adalah tanda sapaan ramah.

Jika ekornya mengarah lurus ke atas dan bergerak-gerak, itu artinya kucing akan menyemprotkan air seni atau menandai sesuatu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X