Kompas.com - 17/03/2021, 13:24 WIB

KOMPAS.com - Salah satu jenis tanaman obat yang telah dikenal luas di masyarakat adalah jahe.

Jahe sering kali dikonsumsi dalam bentuk minuman yang menghangatkan tubuh, namun tanaman ini juga bisa ditambahkan ke dalam makanan atau dipadukan dengan tanaman obat lainnya sehingga menghasilkan menu minuman baru.

Ada beberapa jenis jahe, yang semuanya tentu memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Salah satunya adalah jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum).

Seperti diberitakan Kompas.com (16/02/2021), jahe merah memiliki rimpang berwarna jingga muda hingga merah dan memiliki rasa yang sangat pedas.

Manfaat jahe merah untuk kesehatan sangatlah beragam, mulai dari mencegah masalah pencernaan, menjaga daya tahan tubuh, mengurangi nyeri otot dan sendi, dan lainnya.

Baca juga: Jahe Merah: Khasiat, Saran Pengolahan, dan Cara Menyimpan

Kabar baiknya, bagi Anda penyuka minuman jahe atau ingin mencoba mengolah jahe merah, tanaman ini juga bisa ditanam sendiri di rumah dan tidak selalu memerlukan lahan yang luas.

Menurut buku "Panduan Mudah Budidaya Jahe Merah" yang ditulis oleh Ira Septa Ningrum (2019), setidaknya ada tujuh alasan yang membuat menanam jahe merah patut dicoba di rumah, antara lain:

1. Bernilai ekonomis tinggi

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa kebutuhan akan jahe merah diprediksi masih akan terus meningkat, baik dari pasar dalam negeri maupun mancanegara.

Jahe merah tak hanya digunakan untuk menu hangat dan segar di beberapa warung dan pasar lokal, tetapi juga digunakan untuk produk di industri obat-obatan dan makanan.

Itu jika Anda ingin mencoba membudidayakannya dan berbisnis jahe merah. Tapi jika tidak, menanam jahe merah juga akan memberi manfaat bagi Anda penyuka minuman jahe merah, terutama untuk menghindari harga jahe merah yang fluktuatif di pasaran.

2. Bisa ditanam di mana pun

Menanam jahe merah tak memerlukan lahan yang luas. Anda bisa menanamnya di teras rumah, pekarangan, ladang, hingga sawah.

Kuncinya adalah memastikan tanaman terkena sinar matahari yang cukup di lokasi tersebut.

Menurut Ira dalam bukunya, semakin banyak tanaman memperoleh sinar matari, pertumbuhannya juga akan semakin baik.

Meski bisa ditanam di mana saja, namun tanaman jahe merah juga tetap harus didukung dengan cara perawatan dan pemeliharaan yang tepat, termasuk pemilihan bibit jahe merah dalam polybag, penggunaan pupuk yang tepat dan pengairan yang tepat.

Baca juga: Cara Tanam Jahe di Pot, Abis Panen Langsung Bikin Jamu

3. Minim modal

Bahkan untuk terjun ke budidaya jahe merah saja, Anda tak perlu mengeluarkan modal yang besar. Jadi, jika Anda hanya menanamnya untuk keperluan pribadi, tentu saja Anda tak perlu pusing memikirkan biaya pemeliharaan tanaman jahe merah tersebut.

Meski begitu, untuk keperluan budidaya, semakin besar modal yang dikeluarkan tentu akan memberikan peluang hasil budidaya yang lebih besar.

4. Membuat lingkungan hijau dan sejuk

Budidaya jahe merah turut membantu penyelamatan lingkungan dari pemanasan global.

Di samping itu, lingkungan rumah atau kebun Anda juga akan terlihat lebih indah dan sedap dipandang.

Tak percaya? Anda bisa mencoba menanamnya di teras atau pekarangan rumah yang kosong, sebelum melangkah ke budidaya jahe merah.

Baca juga: Intip 5 Tips Menanam Tanaman Pot untuk Mempercantik Rumah

5. Mudah ditanam

Untuk menanam jahe merah, Anda hanya perlu mempersiapkan lahan, bibit jahe merah dan pupuk, serta melakukan penyiangan secara berkala.

Meskipun terdengar sederhana, namun Anda juga tak bisa asal-asalan dalam memperlakukan tanaman jahe merah Anda.

Jika Anda berniat untuk membudidayakan jahe merah dalam skala besar, belajarlah pada para ahli agar tanaman jahe merah Anda tetap sehat dan bisa memberi hasil maksimal.

6. Tahan penyakit

Selama cara perawatannya benar, jahe merah cenderung tahan terhadap penyakit alias hama tanaman.

Biasanya, hama tanaman jahe merah adalah ulat, kumbang dan kutu. Hama-hama tersebut bisa Anda antisipasi dengan menyemprotkan insentisida sesuai kadar takarannya.

Baca juga: Punya Kebun Tanaman Rempah Eropa, Kenapa Tidak?

7. Cocok untuk segala musim

Musim panas maupun musim hujan tak menjadi masalah bagi tanaman jahe merah. Hanya saja, menurut para ahli, awal musim hujan dinilai sebagai masa yang paling cocok untuk membudidayakan jahe merah.

Tetapi, selama pemeliharaan dilakukan dengan cara yang tepat, Anda tak perlu khawatir dengan pertumbuhan tanaman jahe merah Anda meskipun tidak ditanam pada awal musim hujan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.