Kompas.com - 17/03/2021, 17:12 WIB
|
Editor Wisnubrata

"Dampak bahan itu terhadap planet ini akan bertahan lebih lama dari keberadaan kita."

"Ketergantungan masyarakat kita pada plastik dan minyak merupakan bencana ekologi, dan industri sepatu lari tidak terkecuali," sambungnya.

Sampai di sini, kita mungkin mulai sedikit merasa bersalah telah menimbun sneaker. Tapi masih ada kelanjutannya.

Menurut Lee, sepatu kets atau sneaker adalah masalah yang harus menjadi perhatian, karena sneaker nyaris tidak mungkin dibuat tanpa menggunakan material plastik.

"Ethylene-vinyl acetate (EVA) dan thermoplastic polyurethane (TPU) yang ada di hampir semua sepatu lari, tidak dapat diproduksi tanpa minyak mentah," sebut dia.

"Meskipun jenis busa ini ringan dan empuk, busa tersebut tidak dapat terurai secara hayati dan membutuhkan proses intensif dan sangat berpolusi untuk membuatnya."

Lee juga membagikan penelitian yang dilakukan Massachusetts Institute of Technology (MIT) baru-baru ini.

Dari penelitian tersebut, terungkap pembuatan satu pasang sepatu lari menghasilkan antara 11,3-16,7 kg karbondioksida (CO2).

Jumlah itu terbilang besar untuk pembuatan produk non-elektronik.

Juga, jumlah karbondioksida tersebut kira-kira hampir sama dengan emisi yang dihasilkan sebuah kendaraan yang berjalan 89,9 km dari Sydney ke Wollongong, menurut data emisi kendaraan pemerintah Australia.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber DMarge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.