Kompas.com - 18/03/2021, 12:48 WIB

KOMPAS.com - Di era media sosial, orangtua harus lebih berhati-hati dan memerhatikan anaknya. Sebab tidak menutup kemungkinan anaknya menjadi korban kejahatan dunia maya.

Banyak pengguna media sosial yang berasal dari kalangan remaja tidak sepenuhnya memahami potensi kejahatan di dunia maya.

Misalnya mendapat kiriman pesan dari pengguna lain yang tidak dikenal. Pesan tersebut bisa saja berisi ajakan untuk bertemu atau kata-kata yang tidak pantas.

Beberapa remaja mungkin langsung merasa cemas atau khawatir ketika menerima pesan tersebut dan bingung harus melakukan apa. Di sisi lain, remaja takut menceritakan apa yang dialaminya kepada orangtua.

Menyadari kemungkinan ini, sebagai salah satu media sosial populer, Instagram memperkenalkan fitur keamanan baru.

Fitur ini bertujuan melindungi para penggunanya, terutama yang masih berusia remaja, dari orang asing yang hendak mengirim pesan.

Baca juga: Pentingnya Fitur Keamanan di Medsos Anak, Orangtua Perlu Tahu

Dalam unggahan terbaru di blog resminya, Instagram mengumumkan perusahaan mengembangkan kecerdasan buatan dan teknologi pembelajaran mesin.

Pengembangan itu berfungsi untuk memverifikasi usia pengguna dan menerapkan fitur baru sesuai dengan usia.

Sekadar informasi, Instagram mewajibkan penggunanya berusia minimal 13 tahun untuk memiliki akun.

Perusahaan mengatakan, fitur baru ini mencegah orang dewasa mengirim pesan kepada pengguna di bawah 18 tahun yang bukan pengikutnya.

"Saat orang dewasa mencoba mengirim pesan kepada remaja yang bukan pengikutnya, orang dewasa itu lansung menerima pemberitahuan jika tidak bisa mengirim DM," tulis keterangan di blog.

Baca juga: Empat Cara Orangtua Pastikan Keamanan Remaja di Instagram

Selain itu, Instagram juga mulai mendorong pengguna remajanya untuk lebih berhati-hati saat mengobrol dengan orang dewasa walau sudah terhubung.

"Pemberitahuan keamanan di DM akan memberi tahu remaja apabila orang dewasa tersebut menunjukkan perilaku mencurigakan saat berinteraksi."

Misalnya, apabila orang dewasa terpantau mengirim banyak permintaan mengikuti atau mengirim pesan kepada orang-orang di bawah 18 tahun.

Instagram menilai perilaku tersebut sebagai sesuatu yang mencurigakan. Lalu remaja yang mendapat pesan dari orang dewasa tersebut akan menerima pemberitahuan lewat DM.

DM berisi pilihan apakah remaja ingin mengakhiri percakapan, memblokir, melaporkan, atau membatasi orang dewasa tersebut.

Instagram juga berencana mempersulit orang dewasa untuk menemukan dan mengikuti pengguna remaja. Selain itu, saat pertama kali mendaftar, pengguna remaja juga disarankan untuk mengunci akunnya.

Fitur keamanan baru ini akan diluncurkan di beberapa negara pada bulan ini dan akan berkembang secara global dalam waktu dekat.

Ketika sudah dirilis secara serentak, orangtua bisa mendorong anaknya untuk memanfaatkan fitur keamanan terbaru dari Instagram supaya terhindar dari kejahatan dunia maya.

Baca juga: Waspada Ancaman Keamanan Online Saat Anak Main Internet, Ini Tips dari Google

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Hypebeast


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.