Kompas.com - 19/03/2021, 10:00 WIB
Ilustrasi hewan peliharaan seperti anjing, kucing atau lainnya dapat membantu menjaga kesehatan mental pemiliknya selama lockdown Covid-19. SHUTTERSTOCK/Olena YakobchukIlustrasi hewan peliharaan seperti anjing, kucing atau lainnya dapat membantu menjaga kesehatan mental pemiliknya selama lockdown Covid-19.

KOMPAS.com - Hewan peliharaan bisa menjadi pangkal konflik dengan tetangga. Misalnya saja kasus penyerangan warga Pesanggrahan Jakarta Selatan karena kotoran kucingnya dianggap mengganggu.

Baca juga: Dituduh Kucingnya BAB di Sebelah Rumah, Marlina Diserang Tetangga

Ada banyak kasus lainnya soal hewan peliharaan yang dianggap mengganggu lingkungan sekitar, mulai dari aroma tak sedap, berisik sampai menggangu kenyamanan. 

Berbagai hal tersebut memang menjadi salah satu tantangan bagi pemilik hewan. Hewan tidak  memahami berbagai aturan sosial yang berlaku sehingga kita wajib melatihnya agar bisa hidup damai bersama lingkungan sekitar.

Tugas bagi pemilik hewan untuk sebisa mungkin mengantisipasi tidak muncul keluhan semacam itu. Pastikan hewan peliharaan terpenuhi kebutuhannya agar tidak menganggu orang lain.

Hewan yang kenyang dan nyaman di rumahnya sendiri jelas tidak akan berkeliaran. Selain itu, pastikan anak berbulu tersayang tetap sehat dan tidak berbau agar tidak membahayakan orang lain.

Baca juga: Manfaat Sterilisasi Pada Hewan Peliharaan, Bukan Tindakan Menyakitkan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi anjing dan kucing.SHUTTERSTOCK/CHENDONGSHAN Ilustrasi anjing dan kucing.

Agar terhindari dari konflik dengan tetangga, ada 5 hal yang harus dilakuka oleh pemilik hewan antara lain:

  • Latih hewan peliharaan

American Kennel Club menyarankan setiap orang untuk melatih hewan peliharaannya, khususnya dalam hal membuang kotoran. Ajari kucing tersayang untuk menggunakan litter box atau latih anjing agar tidak berkeliaran di sekitar rumah.

Jika kerap mengajak hewan berjalan di sekeliling rumah, pastikan memungut kotoran yang mereka tinggalkan di jalan agar tak muncul keluhan. Aromanya tak sedap dan jelas bisa menganggu kesehatan.

Hewan yang tidak buang kotoran sembarangan paling tidak akan meminimalisasi komplain dari tetangga.

Melatih hewan memang tidak mudah dan cepat karena itu kita butuh sikap sabar dan konsisten.

Baca juga: Bertengkar Masalah Kotoran Anjing, Gadis Ini Dibunuh Pakai AK-47

  • Jangan berisik

Anjing yang menggonggong sepanjang hari jelas akan mengganggu istirahat tetangga dan membuatnya marah. Karena itu, pastikan hal ini tidak terjadi dengan memperhatikan kebutuhan anjing.

Biasanya hewan bersikap seperti itu karena ada hal yang tidak beres. Cek kebutuhan mereka atau lihat kondisi di sekelilingnya.

Ajari anjing untuk tetap tenang dan tidak berisik khususnya di malam hari.

Baca juga: Mengapa Anjing Melolong? Mungkin Ini 3 Alasannya...

Meski agak merepotkan, tak ada salahnya memasang karpet tebal untuk meredam suara pemilik hewan bagi yang tinggal di apartemen

Mengajak anjing jalan-jalan di taman.Shutterstock Mengajak anjing jalan-jalan di taman.

  • Jangan diliarkan

Banyak pemilik hewan yang membebaskan peliharaannya berkeliaran di lingkungan rumah baik anjing maupun kucing. Kebiasaan ini sebenarnya tidak disarankan karena dapat menganggu tetangga.

Selalu ada kemungkinan ada orang yang takut atau alergi dengan hewan. Bisa juga hewan bertingkah tidak biasanya karena terprovokasi hal yang ditemuinya di luar sana.

Selain itu, melepaskan hewan tersayang berkeliaran juga tidak aman. Mereka bisa saja tertabrak kendaraan atau diracun oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Biarkan hewan berkeliaran bebas hanya di properti pribadi saja agar tidak ada yang terganggu.

Jika membawanya keluar, pastikan anjing menggunakan harness atau tali penuntun, begitu pula dengan kucing.

Baca juga: 6 Makanan yang Tak Boleh Diberikan pada Anjing

  • Pahami aturan lokal

Jika ingin pindah ke gedung apartemen atau rumah baru sebaiknya pahami peraturan yang berlaku soal hewan peliharaan. Ada sejumlah lokasi yang tegas melarang adanya hewan tanpa terkecuali.

Ada baiknya untuk memilih lingkungan yang pet-friendly. Bisa ditanyakan sebelumnya ke pengelola atau pengurus lingkungan sekitar.

Hal ini bisa menjadi preventif paling utama untuk menghindari konflik yang muncul.

Pasalnya jika sudah terbukti ramah pada hewan maka biasanya para tetangga akan jauh lebih toleran akan masalah yang muncul belakangan.

Baca juga: 5 Cara Rumahan yang Ampuh Membasmi Kutu Kucing

  • Tidak semua orang menyukai hewan

Hal yang biasanya sulit dipahami adalah tidak semua orang menyukai hewan. Karena itu jangan paksa tetangga untuk memahami jika kucing atau anjing kita lucu dan menggemaskan.

Ada banyak alasan orang tidak menyukai hewan seperti trauma, alergi, dan berbau. Banyak juga yang benar-benar tidak suka pada hewan tanpa alasan tertentu.

Pahami perbedaan pendapat ini dan jangan paksakan mereka untuk menyukai hewan. Latih hewan untuk mengambil jarak dari orang tersebut agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.