Kompas.com - 19/03/2021, 10:30 WIB
Air yang digunakan untuk siraman. SHUTTERSTOCK/HW PHOTOWORKAir yang digunakan untuk siraman.

Upacara Siraman biasanya diselenggarakan siang atau sore hari, yang kemudian dilanjutkan dengan upacara Midodareni.

Baca juga: Jokowi Kenakan Batik Sidomukti Saat Siraman, Apa Maknanya

Sesaji

Upacara siraman diperlukan sesaji atau barang-barang siraman yang meliputi:

  • Tempat air besar yang terbuat dari tembaga atau perunggu.
  • Air yang diambil dari sumur bersih dengan harapan memberikan kekuatan kesucian lahir batin.
  • Kembang setaman, terdiri dari mawar, melati, kantil, dan kenanga, yang ditaruh di dalam air untuk mandi. Tujuannya memberikan aroma harum dan wangi.
  • Konyoh manca warna, yakni lulur yang dibuat dari tepung beras dan kencur yang dicampur lima warna, yaitu merah, kuning, hijau, biru, dan putih. Konyoh sebagai sabun yang menghaluskan kulit.
  • Sampo tradisional.
  • Dua kelapa yang diikat jadi satu.
  • Slemek lungguh (alas duduk) berupa tikar pandan dengan ukuran kira-kira satu meter persegi, mori satu lembar, dan jarik satu lembar, serta dedaunan yang terdiri dari daun kluwih, daun kara, daun apa-apa, daun awar-awar, daun turi, daun dhadhap srep, alang-alang, eri kemarung, dan dlingo bengle.
  • Jarik atau kain empat warna, yaitu bango tulak yuyu sekandhang, yaitu kain lurik tenun berwarna coklat ada benang kuning, pulo watu, yaitu kain lurik warna putihgaris hitam, dan kain yang berwarna jingga.
  • Kain mori satu lembar, kira-kira dua meter, dan kain batik untuk slemek sebelum memakai mori.
  • Kain dua warna yaitu grombol dan nagasari. Tetapi kedua motif tersebut bisa diganti motif lainnya, asalkan motif tersebut berarti baik, seperti sidomukti, sidoasih, semen raja, semen rama, atau sidoluhur.
  • Sabun dan handuk, kelengkapan untuk membersihkan dan mengeringkan badan setelah siraman.
  • Kendhi berisi air untuk mengakhiri acara siraman.
  • Sesaji siraman yang meliputi tumpeng robyong, tumpeng gundhul, dhahar anyep-anyepan, pisang raja salirang, pisang pulut saliran yang isinya genap, pala gumantung, pala kependhem, pala kesimpar, empluk-empluk diberi bumbu pawon komplit, satu butir telur ayam kampung, kelapa yang sudah dikupas kulitnya, gula jawa setangkep, cuplak ajug-ajug, kembang telon, jenang werna pitu, jajanan pasar, jadah, jenang dodol, wajik, kacang cina atau kacang tanah direbus bersama kulitnya, serta ayam jago satu ekor.

Baca juga: Prosesi Siraman Kahiyang Ayu Diawali dengan Pemasangan Bleketepe

Tata urutan upacara Siraman

Setelah sesaji dikumpulkan, berikut tata urutan upacara Siraman yang akan dilaksanakan:

1. Kembang setaman disebar di tempat yang telah diisi air, yang akan dipergunakan untuk Siraman. Kemudian, kelapa dua buah yang telah diikat dimasukkan ke dalam tempat air untuk Siraman.

2. Calon pengantin yang sudah mengenakan busana Siraman dijemput oleh kedua orangtuanya dari kamar pengantin. Kemudian pengantin digandeng menuju tempat Siraman. Para pinisepuh yang bertugas membawa ubarampe mengiringi dari belakang. Ubarempe tersebut berupa jarik grompol satu lembar, nagasari satu lembar, handuk, dan padupan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Setelah semua siap, acara diwali dengan doa, kemudian orang tua mengawali menyiram calon pengantin menggunakan air yang telah tersedia. Orang yang pertama menyirami calon pengantin adalah bapak pengantin, diikuti oleh ibunya, kemudian para pinisepuh yang telah diminta untuk ikut menyirami calon pengantin dan memberi berkah. Siraman calon pengantin diakhiri oleh juru rias, atau sesepuh yang sudah ditunjuk atau disepakati.

4. Pada akhir Siraman, juru rias atau sesepuh mengeramasi calon pengantin menggunakan landha merang, santen kanil dan banyu asem, serta meluluri tubuh dengan konyoh, kemudian menyiram lagi sampai bersih. Setelah itu, calon pengantin memanjatkan doa, dan kemudian juru rias mengucurkan air kendhi untuk berkumur sebanyak tiga kali. Selanjutnya juru rias mengguyurkan air kendhi ke kepala sebanyak tiga kali, membersihkan muka, telinga, leher, tangan, kaki sebanyak tiga kali. Setelah air kendhi habis, juru rias memecah kendhi di depan kedua orangtua calon pengantin.

5. Acara dilanjutkan dengan membawa calon pengantin menuju kamar pengantin. Calon pengantin digandeng oleh kedua orangtuanya menuju kamar pengantin untuk mengeringkan tubuh dan disiapkan untuk melaksanakan prosesi selanjutnya, yakni upacara Ngerik.

Baca juga: Sejarah dan Makna Ayam Ingkung, Makanan Sesaji dalam Adat Jawa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.