Kompas.com - 19/03/2021, 11:07 WIB

Nah, "mimpi" itu sekarang bisa lebih mudah digapai karena banyak bintang terkenal meluncurkan lini perawatan kecantikan dan kulit.

Tapi, seperti yang dijelaskan Shirazi, selebritas bukanlah ahli di bidang perawatan kulit.

Karena itu, orang-orang yang meminta saran atau rekomendasi produk dari selebritas bisa saja diarahkan ke jawaban yang keliru.

"Orang pasti tertarik pada lini perawatan kulit selebritas karena sosoknya, tapi belum tentu memahami bahan atau ilmu di baliknya," katanya.

Shirazi memerhatikan banyak kliennya mencoba mencampurkan produk perawatan kulit yang diresepkan dokter dengan produk yang di-endorse selebritas.

Baca juga: Era Keterbukaan dan Sains Hijau dalam Industri Kecantikan

Bagi orang yang tidak mengalami reaksi buruk terhadap penggunakan produk dari lini perawatan kulit selebritas, Shirazi tetap mengingatkan perlunya berhati-hati.

Dikatakan Shirazi, kulit seseorang dapat bereaksi secara berbeda terhadap kandungan bahan tertentu.

Dia pun menambahkan, tren produk overbuying yang menciptakan rutinitas perawatan kulit dengan terlalu banyak langkah bisa memicu banyak masalah kulit di kemudian hari.

"Kita memasukkan banyak hal yang tidak perlu pada kulit, dan itu lebih merugikan daripada menguntungkan dalam jangka panjang," ujar Shirazi.

Semakin banyak kulit kita terpapar sebuah bahan, kulit akan membentuk memori.

"Anda mungkin tidak sensitif terhadap suatu bahan saat Anda berusia 25 atau 30 tahun, tetapi dalam beberapa tahun, kulit akan bereaksi dan pecah, dan Anda tidak tahu mengapa," tambah dia.

Shirazi mengingatkan, setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda, dan apa yang cocok dipakai selebritas bisa jadi tidak bagus untuk kita.

"Kulit kita memiliki keunikan, jadi temui ahlinya, cari tahu jenis kulit yang Anda miliki, dan pelajari bahan apa yang cocok dengan jenis kulit Anda."

Baca juga: Tren Vegan dalam Produk Skincare, Apa Kelebihannya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.